Nasihat Al-Imam Al-Auza’i Raheemahullaahu



Preface:

Berkata Abu Hazim: “Nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang disingkirkan dariku berupa dunia lebih mulia bagiku daripada nikmat lainnya yang diberikan kepadaku. Aku melihat Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan nikmat kepada suatu kaum, lantas mereka binasa. Sebab, setiap nikmat yang tidak bisa mendekatkan diri pemiliknya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala maka ia sebenarnya adalah cobaan. Apabila Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan nikmat kepadamu sedangkan engkau berbuat maksiat kepadanya, maka waspadalah!.”


Nasihat Al-Imam Abu ‘Amr Abdurahman bin ‘Amr Asy-Syamy Al-Auza’I ad-Dimasqy –raheemahullaahu-

Juru Tulis Laits meriwayatkan dari Hiql, dari Al-Imam Al-Auza’I, bahwa beliau menyampaikan ceramah;

“Wahai manusia, peliharalah nikmat yang sedang kalian rasakan ini dengan cara melarikan diri dari neraka Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang menyala-nyala dan membakar hati. Sebab kalian berada di suatu negeri yang kehidupannya hanya sebentar (sementara/ fana, red). Kalian diharapkan berbeda dengan umat yang terdahulu pada abad-abad sebelumnya dalam mempergunakan dunia, mereka mengambil apa yang paling mereka sukai dan (yang) penuh (dengan) keindahan, umur mereka jauh lebih panjang daripada umur kalian, dan postur tubuh mereka lebih besar, dan peninggalan mereka (jauh) lebih banyak.

Mereka mendaki gunung, menyeberangi padang pasir, dan membangun gedung-gedung yang tiangnya menjulang tinggi. Hari demi hari, malam demi malam telah berlalu hingga akhirnya bangunan mereka dimusnahkan (dihancurleburkan, red). Peninggalan mereka lenyap dan rumah mereka roboh. Bahkan kenangan indah tentang kejayaan mereka terlupakan, hingga tidak ada seorangpun dari mereka yang mendengar suara sayup-sayup. Padahal sebelumnya, mereka adalah bangsa yang hidup penuh (dengan) kemewahan (duniawi) dan merasa aman, namun karena mereka menjadi kaum yang lalai, mereka pun (akhirnya) menyesal.

Kalian telah mengetahui azab Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang turun pada malam hari ke rumah-rumah mereka, sehingga banyak di antara mereka yang mati bergelimpangan. Sementara yang masih hidup melihat bekas-bekas reruntuhan (bangunan) akibat dari azab Allah Subhaanahu wa Ta’ala, hilangnya nikmat, dan tempat tinggal yang kosong. Hal ini mengandung tanda bagi orang-orang yang takut akan azab Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang pedih dan pelajaran bagi orang yang khouf.

Setelah itu, ajal (umur, red) kalian sangat pendek dan (terus) berkurang, dunia tergenggam, zaman telah hilang kenikmatannya dan tidak lagi makmur. Tidak ada (lagi) yang tersisa selain lumpur (yang) kotor dan air yang keruh, (sebuah) pelajaran yang membuat bulu kuduk (manusia) merinding, hukuman yang dahsyat, munculnya fitnah-fitnah, (dan) gempa bumi yang terbungkus dengan kehinaan. Akibat (dari) ulah mereka (itu), timbullah kerusakan di darat dan di laut.

Janganlah kalian menjadi orang yang tertipu oleh angan-angan dan khayalan umur panjang.[1] Kami memohon kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala agar menjadikan kita semua orang-orang yang sadar akan peringatan-Nya, memahami kabar gembira-Nya dan mempersiapkan diri.”

== Selesai Kutipan==


Di-“copas” oleh al faqir dari ‘Uddatus Shaabirin hal. 213-214, Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.

TTC Soetta Bandung, 1st Floor

________________________

[1]. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya, pent).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. (HR. Al-Bukhariy No. 6418)



0 Respones to "Nasihat Al-Imam Al-Auza’i Raheemahullaahu"

Posting Komentar

 

Entri Populer

Recent Comments

Blog Statistic

Return to top of page Copyright © 2007 | Old Nakula