Orang Yang Bersyukur Dan Orang Yang Kufur Dalam QS. Al-Kahfi: 32-44



Di dalam Al-Qur’an yang mulia, Allah Subhaanahu wa Ta’ala banyak membuat permisalan/ perumpamaan-perumpamaan untuk hamba-hamba-Nya agar mereka mau merenungkan dan memikirkannya. Allah Ta’ala berfirman;

وَتِلْكَ الأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (21

“Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.” (Al-Hasyr: 21)




Al-‘Allamah as-Sa’dy –raheemahullaahu- menjelaskan ayat diatas di dalam tafsirnya;

ثم أخبر تعالى أنه يضرب للناس الأمثال، ويوضح لعباده في كتابه الحلال والحرام، لأجل أن يتفكروا في آياته ويتدبروها، فإن التفكر فيها يفتح للعبد خزائن العلم، ويبين له طرق الخير والشر، ويحثه على مكارم الأخلاق، ومحاسن الشيم، ويزجره عن مساوئ الأخلاق، فلا أنفع للعبد من التفكر في القرآن والتدبر لمعانيه

“Kemudian Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Dia membuat perumpamaan untuk manusia dan menjelaskan halal dan haram dalam kitabNya, agar mereka mau memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala. Karena dengan memikirkan tanda-tanda tersebut, seorang hamba akan mampu membuka berbagai perbendaharaan ilmu. Allah Ta’ala juga menjelaskan jalan kebaikan dan keburukan bagi para hambaNya, mendorong untuk berakhlak dan bersifat yang baik, dan melarang manusia dari berbagai akhlak buruk. Maka tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada memikirkan dan merenungkan al-Qur’an serta makna-maknanya.” (Taiseer al-Kareem ar-Rahman vol. 7, juz. 28, tahqiq: asy-Syaikh Sa’ad bin Fawwaz ash-Shumail).


Salah satu perumpamaan yang Allah Ta’ala buat di dalam kitabNya untuk dijadikan bahan perenungan dan pelajaran bagi manusia adalah seperti yang tertulis dalam surat al-Kahfi: 32-44 berikut;

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا (32) كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلالَهُمَا نَهَرًا (33) وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالا وَأَعَزُّ نَفَرًا (34) وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا (35) وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا (36) قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلا (37) لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا (38) وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا (39) فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا (40) أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا (41) وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا (42) وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا (43) هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا (44)

“Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika bercakap-cakap dengan dia: ‘Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat’. Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zhalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: ‘Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Rabbku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu’. Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: ‘Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?’. Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Rabbku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku’. Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu, ‘Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah’. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin; atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi’. Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: ‘Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku’. Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.” (Al-Kahfi: 32-44)


Ayat diatas menceritakan tentang kondisi dua orang laki-laki dari kalangan bani Israil, satu diantaranya adalah orang yang mensyukuri nikmat Allah Ta’ala. al-‘Allamah as-Sa’dy –raheemahullaahu menjelaskan;

يقول تعالى لنبيه صلى الله عليه وسلم: اضرب للناس مثل هذين الرجلين، الشاكر لنعمة الله، والكافر لها، وما صدر من كل منهما، من الأقوال والأفعال، وما حصل بسبب ذلك من العقاب العاجل والآجل، والثواب، ليعتبروا بحالهما، ويتعظوا بما حصل عليهما

“Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya Shallallaahu ‘alaihi wa sallama, ‘Berikanlah perumpamaan dua orang laki-laki ini kepada umat manusia. Yaitu, orang yang mensyukuri nikmat Allah dan yang mengkufurinya serta segala sesuatu yang mereka perbuat dan katakan, peristiwa-peristiwa yang terjadi karenanya, berupa hukuman langsung dan tunda (hukuman dunia dan akhirat) serta pahala, supaya mereka dapat mengambil pelajaran tentang kondisi keduanya dan mengambil hikmah dengan apa yang terjadi pada mereka.” (Taiseer al-Kareem ar-Rahman vol. 4, juz. 15, tahqiq: asy-Syaikh Sa’ad bin Fawwaz ash-Shumail)


Orang yang kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala itu begitu berbangga hati dengan banyaknya harta yang ia miliki. Mata hatinya benar-benar terbutakan oleh kenikmatan duniawi yang berada di hadapannya hingga ia meremehkan dan mengolok-olok temannya yang mu’min (yang memiliki harta lebih sedikit) dan terlalaikan dari kewajiban bersyukur kepada Rabbnya. Lihatlah apa yang ia katakan, ‘Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat’. Temannya yang mu’min berkata untuk menasihati dan memperingatkannya, “Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?”. Al-‘Allamah as-Sa’dy –raheemahullahu Ta’ala- menjelaskan;

فهو الذي أنعم عليك بنعمة الإيجاد والإمداد، وواصل عليك النعم، ونقلك من طور إلى طور، حتى سواك رجلا كامل الأعضاء والجوارح المحسوسة، والمعقولة، وبذلك يسر لك الأسباب، وهيأ لك ما هيأ من نعم الدنيا، فلم تحصل لك الدنيا بحولك وقوتك، بل بفضل الله تعالى عليك، فكيف يليق بك أن تكفر بالله الذي خلقك من تراب، ثم من نطفة ثم سواك رجلا وتجحد  نعمته، وتزعم أنه لا يبعثك، وإن بعثك أنه يعطيك خيرا من جنتك؟! هذا مما لا ينبغي ولا يليق

“Dialah Allah yang mengaruniakan kepadamu nikmat penciptaan dan bantuan, dan senantiasa mencurahkan kenikmatan kepadamu secara silih berganti serta mengalihkanmu dari satu fase ke fase berikutnya sampai Allah menjadikanmu sebagai seorang laki-laki dengan anggota fisik yang sempurna, anggota tubuh yang teraba maupun yang abstrak. Dengan itu Allah memudahkan bagimu segala sebab-sebab kemudahan, menyiapkan untukmu kenikmatan-kenikmatan dunia. Engkau tidak mendapatkan dunia dengan upaya dan kekuatanmu sendiri. Tetapi karena karunia Allah terhadapmu. Maka, apakah patut engkau mengingkari Allah yang telah menciptakanmu dari tanah kemudian dari setetes air mani, lalu menjadikanmu seorang laki-laki yang sempurna, sementara engkau tidak peduli dengan nikmatNya dan menyangka bahwa Dia tidak akan mampu membangkitkanmu, (dan menyangka) kalau Dia membangkitkanmu, niscaya Dia akan memberikan karunia yang lebih baik dari kebunmu?!, Ini merupakan hal yang tidak pantas dan tidak layak.”


Di tempat yang lain beliau juga menjelaskan;

فأي: تلازم بين عطاء الدنيا وعطاء الآخرة، حتى يظن بجهله أن من أعطي في الدنيا أعطي في الآخرة، بل الغالب، أن الله تعالى يزوي الدنيا عن أوليائه وأصفيائه، ويوسعها على أعدائه الذين ليس لهم في الآخرة نصيب

“Apakah terdapat korelasi antara kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat hingga ia (orang kafir itu, red) menyangka dengan kebodohannya, barangsiapa diberi kenikmatan di dunia, pasti akan diberi pula kenimatan di akhirat?!, bahkan pada umumnya, Allah Ta’ala menjauhkan dunia dari wali-wali dan orang-orang pilihanNya lalu memudahkannya bagi musuh-musuhNya yang tidak memiliki apa-apa di akhirat.” (Taiseer al-Kareem ar-Rahman vol. 4, juz. 15, tahqiq: asy-Syaikh Sa’ad bin Fawwaz ash-Shumail)


Apa pelajaran yang bisa diambil dari perumpamaan Allah Subhaanahu wa Ta’ala pada ayat diatas?. Al-‘Allamah as-Sa’dy –raheemahullahu- mengatakan;

ففي هذه القصة العظيمة، اعتبار بحال الذي أنعم الله عليه نعما دنيوية، فألهته عن آخرته وأطغته، وعصى الله فيها، أن مآلها الانقطاع والاضمحلال، وأنه وإن تمتع بها قليلا فإنه يحرمها طويلا وأن العبد ينبغي له -إذا أعجبه شيء من ماله أو ولده- أن يضيف النعمة إلى موليها ومسديها، وأن يقول:  مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ   ليكون شاكرا لله متسببا لبقاء نعمته عليه، لقوله:  وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ
  
وفيها: الإرشاد إلى التسلي عن لذات الدنيا وشهواتها، بما عند الله من الخير لقوله: ( إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا * فَعَسَى رَبِّي أَنْ 
يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ )

وفيها أن المال والولد لا ينفعان، إن لم يعينا على طاعة الله كما قال تعالى:  وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا  

وفيه الدعاء بتلف مال ما كان ماله سبب طغيانه وكفره وخسرانه، خصوصا إن فضل نفسه بسببه على المؤمنين، وفخر عليهم، وفيها أن ولاية الله وعدمها إنما تتضح نتيجتها إذا انجلى الغبار وحق الجزاء، ووجد العاملون أجرهم فـ ( هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا ) أي: عاقبة ومآل

“Dari kisah ini termuat (petikan) pelajaran dari kondisi orang-orang yang telah Allah beri kenikmatan duniawi yang berlimpah hingga membuatnya melalaikan kehidupan akhiratnya dan berbuat melampaui batas (ghuluw), melakukan maksiat kepada Allah dengannya, bahwasannya kesudahan nikmat-nikmat itu adalah putus dan pudar, dan bahwa meskipun ia dapat menikmatinya sejenak, namun sikapnya itu akan menghalangi (datangnya) kenikmatan-kenikmatan dalam kurun waktu panjang (di akhirat), dan bahwa seorang hamba sepatutnya bila terkagum-kagum dengan sesuatu (yang dimiliki) dari harta dan anaknya, maka hendaknya ia menisbatkannya kepada Dzat yang memberikan dan mencurahkan kenikmatan sembari mengatakan, ‘Sungguh atas kehendak Allah. Tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah’, supaya ia menjadi hamba yang bersyukur [kepada Allah] dan menempuh cara agar kenikmatannya lestari pada dirinya, berdasarkan firman Allah;

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ  

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, ‘Sungguh atas kehendak Allah ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah’.” (al-Kahfi: 39)

Dalam kisah ini pula terdapat petunjuk untuk menghibur diri dari (hilangnya) kenikmatan-kenikmatan dunia dan kesenangan-kesenangannya dengan (mengingat-ingat) kebaikan-kebaikan yang berada di sisi Allah, berdasarkan firman Allah;

إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا * فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ

“Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu.” (al-Kahfi: 39-40)

Bahwasannya harta dan anak tidak bermanfaat bila tidak membantu dalam ketaatan kepada Allah. Sebagaimana firmanNya;

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anakmu yang mendekatkanmu kepada Kami sedikit pun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih.” (Saba’: 37)

Kisah ini juga mengandung doa kehancuran harta orang-orang yang kekayaannya menjadi sebab sifat melampaui batas, kekufuran, dan kerugiannya. Apalagi jika ia mengunggulkan dirinya di atas kaum muslimin dan berbangga hati di hadapan mereka.

Di dalamnya mengandung (faidah) bahwa wujud wilayah perlindungan Allah (pada seseorang) atau ketiadaannya menjadi jelas dampaknya (itu) ketika debu-debu (tabir penutup) sudah tersisihkan dan pembalasan sudah pasti datang, dan ketika para pelaku perbuatan sudah mendapatkan balasannya, maka ( هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا ) ‘Disana pertolongan itu hanya milik Allah Yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi pembasalan’, i.e paling baik akibat dan kesudahannya.” (Taiseer al-Kareem ar-Rahman vol. 4, juz. 15, tahqiq: asy-Syaikh Sa’ad bin Fawwaz ash-Shumail)


May it’s beneficial for us. Jazzakallaahu khairan katsira.



________
_____________
Rujukan: Taiseer al-Kareem ar-Rahman fii Tafsir Kalam al-Mannan vol. 4, juz. 15, tahqiq: asy-Syaikh Sa’ad bin Fawwaz ash-Shumail, tafsir QS. Al-Kahfi: 32-44
[Baca Selengkapnya...]


Create Rating Product Using Excel Formula And VBA (Vol. 2)



Let’s continue. Sekedar mereview saja; poin-poin yang sudah kita kupas pada pembahasan 1 sebelumnya adalah: (1). Memahami Database, (2). Menset-up table Item dan Rating. Dan berikut adalah poin-poin selanjutnya:


3). Mencari tahu cell mana yang diseleksi

OK (but not FOKE.. J), saatnya kita ber-VBA ria. Sebelum masuk ke pengcodingan, penulis asli artikel ini mengingatkan, “Take a sip of that coffee. It is getting cold” katanya,.. hehehe,..

Mungkin kita bingung dengan judul poin ke 3, apa sih maksudnya?.  Penulis menuturkan, “When a user selects any cell inside rngReviews, we need to find out which product it is so that we can load corresponding details.” Ya,.. ketika user menselect cell manapun dalam range “rngReviews” (i.e pada range “C5:E5”), kita perlu mengetahui product yang manakah itu sehingga kita bisa meloading data yang berkesesuaian dengan product yang dimaksud.

Berikut adalah penjelasan logic untuk syntax macro yang kita buat (gambar codingnya bisa dilihat pada link berikut)

Private Sub Worksheet_SelectionChange(ByVal Target As Range)
    If Not (Application.Intersect(ActiveCell, Range("rngReviews").Cells) _
    Is Nothing) Then _
    Call UpdateAfterAction
End Sub

Syntax ini dibuat di Sheet1 (Rating Summary) menggunakan Worksheet Event.

Adapun procedure UpdateAfterAction() dibuat pada Module1 dengan detail syntax sebagai berikut;

Sub UpdateAfterAction()
    Dim topRow As Integer
   
    topRow = Range("rngReviews").Cells(1, 1).Row
    [valSelItem] = ActiveCell.Row() - topRow + 1
End Sub

(a). On Worksheet_SelectionChange, check if the ActiveCell overlaps with rngReviews
Maksudnya; Pada Worksheet_SelectionChange, check apakah terjadi overlaps atau intersect (perpotongan) antara ActiveCell (i.e Cell yang kita pilih, red) dengan rngReviews?.

(b). Jika iya, maka system akan otomatis memanggil prosedur UpdateAfterAction (pemahaman terbaliknya adalah; jika ActiveCell berada di luar rngReviews, maka procedure UpdateAfterAction tidak akan dipanggil oleh system, red). Syntax ini berfungsi mencari relative row number pada ActiveCell (i.e posisi dari selected cell pada range “rngReviews”) subject to row teratas pada rngReviews, kemudian system akan memasukkan value tersebut ke cell E28 secara otomatis. Bingung?. Ok, akan saya jelaskan lebih detail –cmiiw-. Coba anda klik cell E28. Apakah ada formulasi disana?, dari manakah asal angka (1, 2, 3.. 9) tersebut muncul?. Semuanya terjawab oleh syntax;

topRow = Range("rngReviews").Cells(2, 1).Row
[valSelItem] = ActiveCell.Row() - topRow + 1

Atau syntax hasil modifikasi saya sbb;

Set rngReviews = Sheets("Rating Summary").Range("C5:E5")
   
        topRow = rngReviews.Cells(1, 1).Row
        [valSelItem] = ActiveCell.Row() - topRow + 1

topRow akan mendefinisikan posisi baris teratas dari Range("rngReviews"). Posisi baris yang dimaksud adalah 5. Sedangkan nilai dari [valSelItem] bersifat dependen, tergantung di Row berapa ActiveCell tersebut berada. Sebagai contoh; ActiveCell kita set di posisi D11, maka ActiveCell.Row() menunjukkan row 11. Dengan demikian [valSelItem] = ActiveCell.Row() - topRow + 1 atau [valSelItem] = 11-5+1 (i.e 7). Angka 7 inilah yang akan otomatis muncul di cell E28.


4). Menggunakan output Macro VBA untuk menjalankan program

Kita memerlukan value pada cell E28 untuk 2 hal;


(a). Menandai (highlight) row yang berkesesuaian di dalam rngReviews dengan warna menggunakan [Conditional Formatting]

(b). Mencari product yang berkesesuaian dengan menggunakan INDEX formula

Sebagaimana fungsi VLOOKUP, INDEX formula berfungsi mencari record pada suatu database. Syntaxnya adalah sbb; =INDEX(array, row_num, [column_num])
Untuk case di atas, Array diisi dengan lstItems yang sudah kita definisikan sebelumnya. Adapun row_num diisi dengan valSelItem yang juga sudah kita definisikan sebelumnya. Silahkan klik link [INDEX] untuk memahami lebih dalam mengenai INDEX formula.


5). Menghitung Rating Product

Agar info detail dari sebuah product muncul, kita harus menghitung jumlah rating dari item product yang berkesesuaian (i.e berapa banyak 1 star, 2 star… 5 star reviews yang didapat oleh product tersebut). Formula yang digunakan adalah COUNTIFS. Apa bedanya dengan COUNTIF?. COUNTIFS (dengan “S”) diset lebih powerfull oleh Excel karena mampu menseleksi range data dengan kriteria lebih banyak, tidak seperti COUNTIF yang hanya bisa menampung satu kriteria saja. Ilustrasinya sbb:

COUNTIF formula >> misalkan: Inputan range-nya adalah “6 calon pemimpin yang maju ke Pilkada tahun ini”, criteria pilihannya adalah “jujur”, dan ini akan menjadi satu-satunya kriteria yang bisa dimasukkan dalam formulasi. Jika anda ingin memilih kriteria diluar “jujur” (amanah misalnya, red), maka kriteria jujur tidak bisa dipilih (karena di ganti dengan kriteria amanah, red). Selanjutnya ketika COUNTIF ini dirunning, maka system akan menghitung pemimpin yang memenuhi satu-satunya kriteria tersebut i.e jujur. Jika ada 3 pemimpin yang ternyata berkesesuaian dengan kriteria diatas, maka ketiga-tiganya akan dihitung sebagai pemimpin (i.e hasilnya 3, red).

COUNTIFS formula >> misalkan: Inputan range-nya adalah “6 calon pemimpin yang maju ke Pilkada tahun ini”, criteria pilihannya adalah “jujur”, “shalih”, “amanah”. Ketika COUNTIFS ini dirunning, maka system akan menghitung jumlah pemimpin yang memenuhi tiga kriteria yang ditetapkan tersebut sekaligus (note: jika merujuk kepada teori dasar teknik digital atau bahasa pemrograman, logika yang digunakan adalah AND, bukan OR, red) i.e jujur, shalih dan amanah. Jika tidak ada satu pun calon pemimpin yang memenuhi seluruh kriteria, maka hasilnya akan 0.

Untuk case ini, penulis mengatakan, “I am leaving the formulas for this to your imagination.” Atau dengan kata lain, sok lah mangga diulik sendiri formulasinya [use COUNTIFS formula] sampe anda bener-bener paham.. J. Jika sudah, pastikan bahwa hasil akhirnya akan menjadi seperti ini [note: Khusus untuk angka-angka pada column Distribution; agar tampak seperti pada gambar di bawah i.e ada tanda kurungnya, red, maka silahkan blok D30:34, klik kanan Format Cells > Number > Custom > (0)]



6). Membuat Chart untuk menampilkan Rating

Ini adalah step terakhir yang harus kita lakukan sebelum kita menata seluruh tampilan tabel/ chart dengan rapi. Ikuti lima langkah berikut;

(1). Blok column Distribution of Ratings, Distribution dan Total kemudian klik Insert > Charts pilih charts dengan tipe Column > All Chart Types…> Bar > Clustered Bar. Di Workbook yang anda download, data tersebut bisa anda dapatkan pada range C29:E34 di dalam sheet “Rating Summary”
(2). Balik urutan kategorinya, yang berada di posisi atas menjadi di bawah dan yang di bawah menjadi di atas. Caranya; klik vertical axis-nya dan tekan CTRL+1 kemudian centang “Categories in reverse order”. Jangan lupa untuk mendelete Legend-nya.
(3). Kik kanan pada area chart Format Data Series…> Series Options. Pada Series Overlap, [klik image] geser kursor ke kanan hingga Overlapped 100%. Sedangkan pada Gap Width, set angka di kisaran 50%. Jangan lupa, sesuaikan urutan series melalui source chart data option (i.e klik kanan pada chart series, klik Select Data, pilih distribution kemudian klik tombol movedown) -> [klik image] 
(4). Hapus Grid Lines, Axis Line, dan Horizontal Axis. Silahkan format warna chart sesuai dengan tampilan gambar di bawah (i.e pada langkah ke 4)
(5). Kecilkan chart, tambahkan judul, tambahkan label dan hilangkan bordernya. Agar judul chart bisa berubah secara dinamis, maka klik title chart, pada formula bar, ketik formula berikut ='Rating Summary'!$E$35. Buatlah hal yang sama untuk labelnya.






7). Mengatur tampilan akhir “Product Review”

Inilah saatnya untuk mengatur tampilan akhir dan melakukan testing. Geser chart yang sudah kita buat sebelumnya ke samping Rating Table. Lakukan test dengan mengklik cell manapun di dalam Rating Table (rngReviews). Selesai!

Sekarang anda bisa menghabiskan teh atau kopi anda yang sudah mulai dingin itu, jangan lupa simpan cemilan anda (untuk mempelajari trik-trik yang lainnya, red), dan tunjukkan pada partner kerja anda hasil akhir dari “ulikan” anda tersebut. Well done!.. J
[Baca Selengkapnya...]


Create Rating Product Using Excel Formula And VBA (Vol. 1)




Membuat dan mengupdate dashboard offline merupakan salah satu (indirect) job saya. Seperti biasa, software yang paling mudah, paling cocok dan paling familiar untuk membuat report dengan scheme seperti itu (i.e dashboard) adalah Microsoft Excel. Anyway busway, bila anda kerap berselancar ke situs-situs online shop seperti Amazon.com, CNET.com dll, pasti anda akan menemukan symbol bintang (umumnya berderet lima, red) atau symbol lain yang sejenis (seperti yang ditunjukkan gambar di bawah, red) di bagian kanan, kiri, atas atau bawah sebuah product yang dipromosikan. Symbol seperti itu biasa disebut dengan istilah “Rate” atau Rating. Rating pada umumnya digunakan oleh Online shop sebagai indikator kualitas sebuah product yang dijual atau bisa juga menunjukkan seberapa tinggi respon pasar terhadap produk yang ditawarkan. Mereka menamakannya dengan “User Review” atau “Customer Review”. Terinspirasi dengan apa yang sudah dibuat oleh Online shop tersebut, saya berencana memasukkan display rating yang serupa pada report dashboard perseroan agar terlihat lebih atraktif.




Anyway, bagaimana cara membuatnya?

Ternyata sederhana. Berikut akan saya terjemahkan (dengan tambahan seperlunya dari penerjemah, red) langkah-langkah membuat “Product Review” di Microsoft Excel dari tulisan original seorang Master Excel dan VBA sekaligus MVP (Microsoft most Valuable Professional), Mr. Purnachandra R Duggirala. Siapkan segelas teh atau kopi hangat, plus cemilan (sehat) untuk menemani aktivitas anda kali ini, since it’s going to spend much time anyway,.. J. Let’s kick off!...

Saya sarankan anda masuk terlebih dahulu ke Chandoo dot Com, kemudian geser scroll bar anda ke bawah, cari judul “Download Example Workbook – On-demand Details in Excel” dan klik link download di bawahnya untuk mendapatkan sample chartnya. Belajar dengan menggunakan contoh dan mempraktekannya secara langsung biasanya lebih mudah ditangkap dan dicerna. Sudah?, Let’s go on…

Perhatikan unlive demo di bawah ini (sekedar info bahwa contoh rating di bawah merupakan replica dari review sebuah product di Amazon.com, red). Ketika anda mengklik di Row (baris) manapun yang anda suka di dalam cell Item + Rating Table di bawah, detail review dari Item yang berkesesuaian (dengan pilihan anda tersebut) akan tampil pada chart di sampingnya.


Nah, apa saja yang perlu dilakukan?

1). Memahami Database

Database ini merupakan source (sumber) dari Chart yang akan kita buat. “It has 3 columns” antara lain Item, Reviewer ID dan Rating (lihat sheet “Item ratings”). Masing-masing Item memiliki rating (antara 1 sampai 5) yang diberikan oleh beberapa reviewer yang berbeda-beda. Nah yang akan kita lakukan adalah mensummarykan seluruh rating-rating tersebut (ke dalam sebuah table dan grafik, red). Seluruh record data berada pada Range Table1 (i.e B2:B102). Kita akan menggunakan structured reference [What are they?] dalam formula agar data dapat tetap terbaca.


(2). Menset-up table Item dan Rating

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menampilkan table dengan seluruh Item productnya dan rata-rata rating setiap Item product yang berkesesuaian (note: Pada “Table1” hanya terdapat 9 Products dari 102 record nama yang sebagiannya berulang). Kemudian akan kita tambahkan “circle indicators” atau indicator rating yang berbentuk bulatan untuk memvisualisasikan average rating. Perhatikan gambar di bawah dan pahami penjelasannya (i.e formulasi yang digunakannya).



Ada 3 formulasi yang digunakan dalam hal ini.

(a). AVERAGEIF() formula
Formulasi ini sangat sederhana. Perhatikan, product Item berada pada range C5:C13 (i.e di sheet “Rating Summary”). Klik Cell D5 dan masukkan formulasi berikut =AVERAGEIF(Table1[Item],C5,Table1[Rating]) untuk mengetahui berapa nilai rata-rata rating Item C5 (i.e Instant Road). Kemudian “Fill the rest by dragging the formula down” i.e silahkan anda drag kursor dari D5 ke bawah untuk mengisi Row (baris) yang tersisa.

(b). Conditional Formatting
Setiap kali anda mengklik data pada column Items atau Rating di baris manapun yang anda suka di dalam range Item + Rating Table, maka warna dari Row tersebut akan ikut berubah secara otomatis. Di sinilah fungsi dari Conditional Formatting. Caranya; klik menu Home > Conditional Formatting > Manage Rule. Disana sudah ada sample formulanya untuk masing-masing cell. Silahkan anda pelajari.

(c). REPT formula
Formulasi ini digunakan untuk membuat repetisi (pengulangan) sebuah value (dalam case ini adalah symbol). Jika average rating dari suatu item product nilainya 3 misalnya, maka pada baris yang sama dalam column Rating akan muncul 3 bulatan penuh. Artinya formulasi akan melakukan repetisi symbol full circles sebanyak 3 kali secara otomatis (note: sebenarnya penulis i.e Duggirala “Chandoo” bermaksud menggunakan symbol bintang, namun ternyata tidak tersedia di defaut fonts Excel sehingga dia memilih circle symbol sebagai penggantinya. Simak penuturannya berikut, “There are no star symbols in the default fonts. But we have circles – a full circle, an empty circle and a donut to indicate half-circle. These symbols are available in Wingdings 2 font.”


Jika average ratingnya adalah angka bulat (1, 2, 3, 4 atau 5 misalnya), maka rating yang terprint menjadi 3 full circle dan 2 empty circle. Bagaimana jika average ratingnya decimal e.g 2.83?. Maka rating yang terprint adalah 2 full circles, one donut and 2 empty circles. Silahkan ikuti petunjuk berikut [inserting symbols in to Excel workbooks] untuk menampilkan circle symbol pada worksheet/ workbook anda.


Formulasi Repetisinya sendiri juga tidak kalah sederhana. Karena average ratingnya berada pada range D5:D13, maka formulasinya menjadi sebagai berikut;

=REPT(fullCircleSymbol,INT(D5)) & REPT(donutSymbol,(INT(D5)<>D5)+0) & REPT(emptyCircleSymbol,INT(5-D5))

Anda bisa memulai dari cell E5 dengan mengetikkan formulasi berikut ini;

=REPT($D$37,INT(D5))&REPT($E$37,(INT(D5)<>D5)+0)&REPT($F$37,INT(5-D5))

Block range C5:E15, kemudian kasih nama - rngReviews. Penamaan range ini (i.e di menu Formulas > Name Manager, red) berguna bagi user pada saat melakukan pengcodingan procedure menggunakan VBA. Selain melalui menu Name Manager, kita juga bisa membuat penamaan range di window VBA dengan mengetikkan syntax berikut;

Set rngReviews = Sheets(“Rating Summary”).range(“C5:E15”)

Tafadhal, terserah anda mau menggunakan metode yang mana.. J. O ya, jangan lupa beri nama range C5:C13 dengan lstItems dan cell E28 dengan valSelItem. Apa fungsinya?, akan terjawab pada penjelasan selanjutnya.



(Bersambung ke pembahasan 2)
[Baca Selengkapnya...]


Syukur Itu Membawa Nikmat



Tidak ada habisnya jika kita berbicara mengenai nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala, betul?. Hal ini selaras dengan apa yang Allah Ta’ala firmankan, “Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan dapat menghitungnya...”. (QS. Ibrahim: 34). Ada sebuah kisah di dalam hadits shahih yang sangat panjang riwayat al-Imam al-Bukhari dalam kitab Ahadits al-Anbiya’, Bab: Abrash, Aqra wa A’ma (Si Belang, Si Botak dan Si Buta) no. 3464 dan al-Imam Muslim dalam kitab az-Zuhd wa ar-Raqa’iq no. 2964 yang menjelaskan tentang nikmat dan syukur yang bisa kita jadikan ibrah (terkhusus bagi pencopy-paste yang bodoh lagi dha’if ini, red). Nah berikut ini adalah matan haditsnya;






عن أَبي هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ ثَلَاثَةً فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمَى فَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا
فَأَتَى الْأَبْرَصَ فَقَالَ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ لَوْنٌ حَسَنٌ وَجِلْدٌ حَسَنٌ وَيَذْهَبُ عَنِّي الَّذِي قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ قَالَ فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ عَنْهُ قَذَرُهُ وَأُعْطِيَ لَوْنًا حَسَنًا وَجِلْدًا حَسَنًا قَالَ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ الْإِبِلُ أَوْ قَالَ الْبَقَرُ شَكَّ إِسْحَقُ إِلَّا أَنَّ الْأَبْرَصَ أَوْ الْأَقْرَعَ قَالَ أَحَدُهُمَا الْإِبِلُ وَقَالَ الْآخَرُ الْبَقَرُ قَالَ فَأُعْطِيَ نَاقَةً عُشَرَاءَ فَقَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا قَالَ فَأَتَى الْأَقْرَعَ فَقَالَ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ شَعَرٌ حَسَنٌ وَيَذْهَبُ عَنِّي هَذَا الَّذِي قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ قَالَ فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ عَنْهُ وَأُعْطِيَ شَعَرًا حَسَنًا قَالَ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ الْبَقَرُ فَأُعْطِيَ بَقَرَةً حَامِلًا فَقَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا قَالَ فَأَتَى الْأَعْمَى فَقَالَ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ أَنْ يَرُدَّ اللَّهُ إِلَيَّ بَصَرِي فَأُبْصِرَ بِهِ النَّاسَ قَالَ فَمَسَحَهُ فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ قَالَ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ الْغَنَمُ فَأُعْطِيَ شَاةً وَالِدًا فَأُنْتِجَ هَذَانِ وَوَلَّدَ هَذَا قَالَ فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنْ الْإِبِلِ وَلِهَذَا وَادٍ مِنْ الْبَقَرِ وَلِهَذَا وَادٍ مِنْ الْغَنَمِ قَالَ ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الْأَبْرَصَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ فَقَالَ رَجُلٌ مِسْكِينٌ قَدْ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي فَلَا بَلَاغَ لِي الْيَوْمَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ أَسْأَلُكَ بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ بَعِيرًا أَتَبَلَّغُ عَلَيْهِ فِي سَفَرِي فَقَالَ الْحُقُوقُ كَثِيرَةٌ فَقَالَ لَهُ كَأَنِّي أَعْرِفُكَ أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ فَقِيرًا فَأَعْطَاكَ اللَّهُ فَقَالَ إِنَّمَا وَرِثْتُ هَذَا الْمَالَ كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ فَقَالَ إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ قَالَ وَأَتَى الْأَقْرَعَ فِي صُورَتِهِ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهَذَا وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَى هَذَا فَقَالَ إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ قَالَ وَأَتَى الْأَعْمَى فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ فَقَالَ رَجُلٌ مِسْكِينٌ وَابْنُ سَبِيلٍ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي فَلَا بَلَاغَ لِي الْيَوْمَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ أَسْأَلُكَ بِالَّذِي رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةً أَتَبَلَّغُ بِهَا فِي سَفَرِي فَقَالَ قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيَّ بَصَرِي فَخُذْ مَا شِئْتَ وَدَعْ مَا شِئْتَ فَوَاللَّهِ لَا أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ شَيْئًا أَخَذْتَهُ لِلَّهِ فَقَالَ أَمْسِكْ مَالَكَ فَإِنَّمَا ابْتُلِيتُمْ فَقَدْ رُضِيَ عَنْكَ وَسُخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ




Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dia pernah mendengar Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, “Ada tiga orang dari bani Israil, yaitu: Penderita penyakit sopak (belang), orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat. Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita berpenyakit sopak dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan ?”, Ia menjawab : “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah Ia rupa yang bagus, kulit yang indah, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi ?”, Ia menjawab : “Unta atau sapi”. Ishaq (rawi) ragu. Kemudian diberilah Ia seekor unta yang sedang bunting, dan Ia pun didoakan : “Semoga Allah memberikan berkahNya kepadamu dengan unta ini.”

Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, ‘Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang yang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, Ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikan di kepalaku ini hilang”, maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah Ia rambut yang indah, kemudian malaikat tadi bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang kamu senangi ?”. Ia menjawab : “Sapi atau unta”, maka diberilah Ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya didoakan: “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”

Kemudian malaikat mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, Ia menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”, maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi ?”, Ia menjawab : “Kambing”, maka diberilah Ia seekor kambing yang sedang bunting.

Selanjutnya orang pertama dan kedua mengurusi kelahiran unta dan sapi mereka, demikian pula dengan orang ketiga, Ia mengurusi kelahiran kambingnya. Orang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing. Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melanjutkan, ‘Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita penyakit sopak, dengan menyerupai dirinya disaat ia masih dalam keadaan berpenyakit sopak, dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan yang banyak ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku”, tetapi permintaan ini ditolak dan dijawab : “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak”, kemudian malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dahulu orang yang menderita penyakit sopak, dan orang-orang merasa jijik kepada anda, dan dahulu pula anda orang yang miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan ?”, Dia malah menjawab: “Harta kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat”, maka malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakit sopak, serta ditolaknya pula permintaannya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu disaat ia masih buta, dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga aku tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku”. Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, saya tidak akan mempersulit anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah”. Maka malaikat tadi berkata: “Peganglah (tahanlah, red) harta kekayaan anda, karena sesungguhnya engkau ini hanya diuji oleh Allah, Allah telah meridhai anda, dan memurkai kedua teman anda.” [Shahih, al-Bukhari No. 3464, Muslim No. 2964]



Asy-Syaikh al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najdi –raheemahullaahu- memasukkan hadits ini dalam kitab beliau (Kitab Tauhid) dan memberi catatan pada poin keempat, “Maa fii haazhihil qishshatil ‘ajiibati minal ‘ibaril ‘adziimati” i.e Pelajaran-pelajaran besar yang tersimpan di dalam kisah yang unik ini. Kemudian pensyarh Kitabut Tauhiid, asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘alu asy-Syaikh –raheemahullaahu- menjelaskan kandungannya.



Apa Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil?
Beliau (i.e asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan) –raheemahullaahu- mengatakan, “Ini adalah hadits agung yang mengandung pelajaran. Dua orang pertama mengingkari nikmat Allah, keduanya tidak mengakui nikmatNya, keduanya tidak menisbatkan nikmat kepada Sang Pemberinya, keduanya tidak menunaikan hak Allah padanya, maka keduanya mendapatkan murka. Adapun si buta, maka dia mengakui nikmat Allah, dia menisbatkan nikmat itu kepadaNya, dia menunaikan hak Allah padanya, maka ia memperoleh keridha’an dari Allah karena dia menunaikan hak syukur nikmat pada saat dia menunaikan tiga rukun syukur dimana syukur tidak tegak tanpanya, yaitu mengakui nikmat dan menisbatkannya kepada Sang Pemberinya i.e Allah Subhaanahu wa Ta’ala, serta membelanjakannya pada jalan yang Dia cintai.



Al-‘Allamah Ibn al-Qayyim (al-Jauziyyah) –raheemahullaahu- berkata i.e di dalam kitab Madarij as-Salikin 2/135-144: ‘Asal syukur adalah pengakuan terhadap pemberian nikmat dari Sang Pemberi nikmat disertai dengan ketundukan, kerendahan dan kecintaan kepadaNya. Barangsiapa tidak mengetahui nikmat, dia jahil (bodoh) terhadapnya, maka dia tidak mensyukurinya. Barangsiapa mengetahuinya namun dia tidak mengetahui Sang Pemberinya maka dia tidak bersyukur juga. Barangsiapa mengetahui nikmat dan Sang Pemberinya, namun dia mengingkarinya seperti seorang pengingkar mengingkari nikmat pemberi nikmat maka dia mengkufurinya. Barangsiapa mengetahui nikmat Sang Pemberi nikmat, mengakui dan tidak mengingkarinya, namun dia tidak tunduk kepadaNya, tidak mencintaiNya, dan tidak rela (ridha) kepadaNya, maka dia tidak bersyukur juga. Barangsiapa mengetahuinya, mengetahui Sang Pemberi nikmat, mencintai dan meridhaiNya, menggunakannya untuk ketaatan kepadaNya dan di jalan yang Dia cintai, maka inilah orang yang bersyukur. Syukur memerlukan ilmu hati, perbuatan yang mengikuti ilmu, yaitu kecenderungan kepada Sang Pemberi nikmat, mencintai dan tunduk kepadaNya’.” [Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhiid, Bab Tafsir Fushshilat: 50]


== Selesai Kutipan ==



Adapun hal lain yang bisa kita ketahui dari dzahir hadits diatas adalah –CMIIW-;

[1]. Di jaman dahulu, masih ada orang-orang shalih dari kalangan bani Isra’il, seperti seorang buta yang dikisahkan dalam hadits diatas yang kokoh terhadap ajaran Nabinya

[2]. Nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada seseorang adalah sebuah ujian, apakah ia bersyukur, tawadhu’ dan mampu merealisasikan syukur tersebut di jalan yang Allah cintai atau tidak. Adalah fakta bahwa tidak sedikit manusia yang terlena dengan nikmat yang Allah berikan hingga lalai mensyukurinya, tidak mengakui nikmatNya, tidak mau menisbatkan nikmat tersebut kepada Allah Ta’ala, tidak mau menunaikan hakNya dan tidak mau menggunakan nikmat itu di jalanNya sebagaimana seorang penderita sopak dan seorang botak yang dikisahkan dalam hadits diatas

Wallaahu Subhaanahu wa Ta’ala a’lamu..


____

Referensi:
Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhiid hal. 1065-1074, asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘alu asy-Syaikh.

[Baca Selengkapnya...]


Team Hoyt, An Inspirational Story Of A Father




Ada sebuah kisah inspiratif yang datang dari seorang ayah bernama Dick Hoyt, pensiunan “The Air National Guard” of USA dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel yang begitu gigih dan sabar dalam mendidik dan membesarkan anak tertuanya, Rick Hoyt (lahir pada tahun 1962. Kurang lebih seumuran dengan Ibu saya, red) yang ditakdirkan cacat permanen karena mengalami defisit Oxygen pada otaknya (Kelainan ini dikenal dalam dunia kodekteran dengan istilah “Spastic Quadriplegic with Cerebral Palsy” atau kelumpuhan otak –CMIIW-, red). Akibatnya Rick tidak bisa berjalan, dan karenanya pula ia tidak bisa berbicara. Dick Hoyt adalah seorang “family man” sebagaimana penuturannya dalam buku “Devoted: The Story of a Father’s Love for His Son – Dick Hoyt” pg. 2, Ia berkata, “I just worked for the National Guard and tried to spend as much time with my family as possible”. Artinya, tidak hanya sekedar “Quality time” saja yang diprioritaskan olehnya (sebagaimana umumnya orang-orang “super sibuk” masa kini, red), tetapi juga “Quantity time” sehingga ia bisa –sesering mungkin- berinteraksi, berdiskusi, mengawasi dan mengedukasi putra tercintanya tersebut.



Apa saja yang dilakukan Dick untuk putranya?
Sebagaimana orang tua pada umumnya, Dick dan istrinya Juddy tidak pernah lupa memperhatikan hak putranya untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan layak. Mereka memperkenalkan beberapa olahraga kebugaran kepada Rick seperti berenang dan beselancar, tak lupa pula mengajarkan huruf-huruf dan angka-angka sebagaimana kebiasaan para orang tua pada umumnya. Hal ini dilakukan Dick dan Juddy untuk menggali informasi lebih dalam mengenai bakat (kemampuan) dan tingkat intelegensia Rick yang bisa dikembangkan di masa depan. Pada website www.teamhoyt.com dijelaskan, “Dick and Judy would take Rick sledding and swimming, and even taught him the alphabet and basic words, like any other child. After providing concrete evidence of Rick's intellect and ability to learn like everyone else, Dick and Judy needed to find a way to help Rick communicate for himself.” Akhirnya pada tahun 1972, bermodalkan uang USD 5.000 dan kreasi para insinyur (engineer) dari Tufts University, dibuatlah sebuah komputer interaktif khusus untuk Rick sebagai alat bantu (penunjang) komunikasi Rick sehari-hari. Sungguh (alat) ini merupakan wujud rasa cinta Dick dan Juddy terhadap putranya yang terlahir cacat tersebut,… tak diragukan lagi.


Ada satu moment dimana Dick dan Juddy pada akhirnya sadar/ mengetahui bahwa putranya Rick menyukai olahraga. Melalui computer yang melekat pada anggota tubuhnya, Rick berkata, “Go Bruins!”. Apa maksudnya? Sekedar info saja bahwa Boston Bruins adalah sebuah team “Ice Hockey” professional yang berasal dari Boston, Massachusetts, USA dan Rick merupakan salah satu penggemarnya. Pada saat Rick mengucapkan kalimat tersebut, ia sedang menonton pertandingan final “Ice Hockey” yang melibatkan team kesayangannya itu. Hal ini diceritakan dalam www.teamhoyt.com, “….The Boston Bruins were in the Stanley Cup finals that season.” Kemudian Dick berkata (terkait ucapan Rick tersebut, red), “It was clear from that moment on, that Rick loved sports and followed the game just like anyone else.”


Kehebatan seorang anak (memang) tidak pernah lepas dari peran dan dukungan orang tuanya. It must be noted!. Seorang Rick Hoyt yang menderita kelumpuhan otak permanen itu pada akhirnya mampu menyandang gelar Sarjana Pendidikan Khusus pada tahun 1993 dari Boston University, salah satu universitas ternama yang terletak di Boston, Massachusetts, USA. Alur perjalanan intelektualnya diceritakan dalam www.teamhoyt.com sebagai berikut, “In 1975, at the age of 13, Rick was finally admitted into public school. After high school, Rick attended Boston University, and he graduated with a degree in Special Education in 1993.”


Dick Hoyt begitu mencintai putranya hingga ketika Rick muda mengungkapkan keinginannya untuk berpartisipasi dalam lomba lari “5-Mile Benefit Run” (tahun 1977) yang disiapkan khusus bagi para penyandang cacat itu, ia pun mengiyakannya. Dick sepakat untuk berlari, mendorong Rick melalui kursi rodanya hingga menyentuh garis finish. Pada malam hari (setelah lomba berakhir), Rick berkata pada ayahnya, “Dad, when I’m running, it feels like I’m not handicapped.” Luar biasa!, Rick sadar bahwa ia tidak bisa berlari, tapi semangat dan optimismenya (pada akhirnya) mampu membuat dirinya “berlari”. Apa yang dilakukan Dick dan putranya (Rick) diatas hanyalah permulaan saja. Karena dalam www.teamhoyt.com diceritakan, “This realization was just the beginning of what would become over 1,000 races completed, including marathons, duathlons and triathlons (6 of them being Ironman competitions). Also adding to their list of achievements, Dick and Rick biked and ran across the U.S. in 1992, completing a full 3,735 miles in 45 days. In a triathlon, Dick will pull Rick in a boat with a bungee cord attached to a vest around his waist and to the front of the boat for the swimming stage. For the biking stage, Rick will ride a special two-seater bicycle, and then Dick will push Rick in his custom made running chair (for the running stage).”




Ketika seorang ayah/ ibu mencintai anak-anaknya dengan tulus, mengajarkan kebaikan serta menanamkan optimisme kepada anak-anaknya dengan cara yang baik/ benar, anak-anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang lurus (insyaAllah). Sang anak akan selalu mengingat kebaikan-kebaikan kedua ibu bapaknya dan berbuat baik kepada keduanya. Dalam kisah Rick Hoyt ini, ada satu hal yang menarik dan (sejujurnya) membuat saya terharu. Dalam literature yang saya baca (www.teamhoyt.com) disebutkan, “Rick was once asked, if he could give his father one thing, what would it be? Rick responded, “The thing I’d most like is for my dad to sit in the chair and I would push him for once.”” Sepertinya harapan Rick diatas sederhana, hanya sekedar meminta ayahnya duduk di wheelchair kemudian ia akan berlari mendorongnya. Namun ada makna tersirat yang bisa kita pahami dari ucapan Rick tersebut i.e Ia sangat ingin membalas kebaikan ayahnya yang tidak pernah mengeluh merawatnya, yang rela mendorongnya bermil-mil hanya untuk mewujudkan impiannya. Jika ia mampu berlari, itulah yang pertama kali akan ia lakukan untuk ayahnya tercinta sebagai bentuk rasa baktinya. Amazing!.


Dick memang seorang ayah yang baik. “Ketidakmampuan” anaknya dalam melakukan aktivitas normal (laiknya orang dewasa pada umumnya) tidak lantas membuatnya bersikap diskriminatif. Bahkan baginya, Rick adalah sumber inspirasi. Let’s check his statement out, Dick Hoyt said as follows (dalam bukunya: “Devoted: The Story of a Father’s Love for His Son – Dick Hoyt” pg. 7);





Di sebuah video (Klik disini) terrecord perjalanan/ summary hidup mereka berdua sebagai berikut;

A Father, A son
Dick Hoyt, Rick Hoyt
Because of tragedy at birth, Rick can’t walk or talk
Because of tragedy at birth, Dick can’t play catch with his son
Because of together, they’re an inspiration to people around the world
Dick and his wife Judy wanted a normal life for their son
Together they put Rick in public school
Rick learned to write his thoughts using a special computer
When Rick was 15, he communicated to his dad that he wanted to participate in a five-mile benefit run
Dick was not a runner, but agreed to push Rick in his wheelchair
For the first time in his life, Rick didn’t feel handicapped
So together they run
Together they compete in marathons
Together they compete in triathlons
Together they trekked 3.770 miles across America
Rick couldn’t compete without his dad
Dick wouldn’t compete without his son
Dick is body, Rick is the heart
Together has power, don’t run alone



Sebagai penutup, saya akan mengutip trademark moto yang dijadikan prinsip hidup oleh, Dick Hoyt yang kemudian ditularkan kepada putra tercintanya Rick Hoyt yang terlahir cacat itu; “YES YOU CAN!”. Jika seorang Rick yang terlahir lumpuh dan Allah takdirkan tidak mampu berbicara secara verbal saja (terlepas dari dia adalah seorang non-muslim, red) mampu berbuat banyak dalam hidupnya, tidak mau berdiam diri sekalipun kondisi fisiknya lemah dan (bahkan) mampu menjadi sumber inspirasi banyak orang di dunia, lantas mengapa kita (sebagai seorang muslim) yang “sempurna” fisik dan akalnya ini lebih banyak berkeluh kesah dengan segala kenikmatan yang sudah Allah Ta’ala lebihkan dan tidak berusaha memaksimalkan kelebihan tersebut sebagaimana seorang Rick?. Hopefully, kita bisa mencontoh “semangat” seorang Rick Hoyt dalam menjalani hidup di tengah-tengah keterbatasan fisik dan akal yang ada pada dirinya. Lihatlah kepada orang-orang seperti dirinya, niscaya kita akan menjadi pribadi yang banyak bersyukur. Wallaahu Ta’ala a’lamu,….


_________


Referensi

2). Devoted: The Story of a Father’s Love for His Son – Dick Hoyt
[Baca Selengkapnya...]


 

Entri Populer

Recent Comments

Blog Statistic

Return to top of page Copyright © 2007 | Old Nakula