Vacancy @PT. Halliburton Indonesia



Our client, Halliburton is seeking for professional candidates for operations in Indonesia.

Since 1919, Halliburton has been opening Worlds of Opportunity around the globe. We're one of the world's largest and most safety-conscious providers of oilfield services. Come in and explore your future!


Available positions:

  • Directional Drillers [DD] (Jakarta-based)
  • M/LWD Field Engineers [MWD] (Jakarta-based)
  • Petrophysicists [PP] (Jakarta-based)
  • Wireline Field Engineer [WFE] (Balikpapan-based)

In order to be qualified for the above positions, candidates must have minimum of relevant 3 years of work experience. For MWD position, fresh graduates holding bachelor's degree in engineering major course are encouraged to apply.

In order to apply, please submit your application along with your updated CV to: Recruitment.Indonesia@halliburton.com

Halliburton: Worlds of Opportunity for you!

Source: "recr_off"

[Baca Selengkapnya...]


Gemar Bersedekah, Pema’af dan Rendah Hati (Tawadhu’)



Setiap kali saya pulang ke Cilacap, saya selalu menyempatkan diri membuka kardus (yang saya titipkan) di kamar bapak, sebuah kardus yang berisi beberapa buku yang sarat akan ilmu dan kebaikan –insyaAllah-. Hari itu saya mengambil sebuah kitab/buku yang berjudul Subulus Salaam Syarh Bulughul Maram vol. 3, Kitab Jami’, karya Al-Imam Muhammad bin Ismail bin Shalah Al-Amir Al-Kahlani Ash-Shan’ani rahimahullaahu (wafat; 1182 H). Kemudian saya buka syarah hadits No. 1430 yang berbunyi;

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu Ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Tidaklah Allah –Azza wa Jall- tambahkan bagi seorang hamba yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seorang bersikap tawadhu’ terhadap orang lain karena Allah –Azza wa Jall- melainkan Allah Ta’ala akan meninggikan derajatnya.” [HR. Muslim No. 2588]

Dan berikut adalah syarah/penjelasan haditsnya, mudah-mudahan bermanfaat.

Tafsir Hadits;

Para ulama menafsirkan kalimat “Tidak mengurangi harta” [1] dengan dua tafsiran;

[a]. Allah –Azza wa Jall- akan memberkahi hartanya, akan menghindarkannya dari kerugian sehingga kekurangan yang terjadi dalam bentuk kongkrit ditutupi oleh Allah Ta’ala dengan keberkahan yang abstrak

[b]. Si pelaku akan mendapatkan ganjaran pahala dari sedekah sebagai pengganti berkurangnya harta yang ia sedekahkan. Jadi seolah-olah sedekah itu tidak pernah mengurangi hartanya, karena Allah akan menuliskan untuknya kebaikan yang dilipatgandakan mulai dari sepuluh kali lipat hingga berlipat-lipat ganda yang lebih banyak

Menurut saya (pensyarah, i.e Al-Imam Ash-Shan’ani, red) ada makna yang ketiga yaitu;

[c]. Atau Allah –Azza wa Jall- akan menggantikan kembali harta yang telah ia sedekahkan sehingga hartanya tidak terlihat berkurang bahkan boleh jadi hartanya akan bertambah banyak dari yang semula. Ini semua berdasarkan firman Allah Ta’ala;

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya…” (QS. Saba’; 39)

Hal ini dapat dibuktikan dengan realita dan pengalaman.

Sabda beliau –Shallallaahu ‘alaihi wa sallama, “Tidaklah Allah Ta’ala tambahkan bagi seorang hamba yang suka memaafkan melainkan kemuliaan” [2] merupakan dorongan untuk senantiasa memberikan maaf kepada orang yang menyakiti dirinya dan tidak membalasnya dengan perbuatan jelek yang sama, walaupun hal itu dibolehkan [3]. Allah Ta’ala berfirman;

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syuraa’; 40)

Demikian juga Allah Ta’ala akan memasukkan rasa hormat dan mulia di hati masyarakat terhadap seorang pema’af karena dengan penilaian yang fair dapat diperkirakan bahwa orang seperti ini akan dihormati dan terjaga serta dimuliakan. Disamping itu, ada kemungkinan (hal ini) juga tidak akan membuat seseorang mulia. Untuk menampik kemungkinan-kemungkinan tersebut Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallama menegaskan bahwa memberi maaf pasti akan menambah kemuliaan seseorang.

Sabda beliau, “Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ terhadap orang lain karena Allah” [4] yaitu karena mengharapkan sesuatu yang telah disiapkan Allah untuk orang-orang yang tawadhu’ “melainkan Allah Ta’ala akan meninggikan derajatnya”. Ini merupakan dalil/hujjah bahwa sikap tawadhu’ atau rendah hati adalah yang menjadikan sebab naiknya derajat seseorang secara mutlak baik di dunia maupun di akhirat.

Hadits ini memberikan dorongan untuk banyak bersedekah, memberikan maaf dan bersikap rendah hati karena sikap-sikap ini merupakan inti dari akhlak yang mulia. [Subulus Salaam Syarh Bulughul Maram, vol. 3, hadits No. 1430]

Sumber tambahan: www.muslim.or.id

Catatan Kaki;

[1]. Makna lain dari kalimat “tidak berkurangnya harta dengan sedekah” adalah dengan tambahan keberkahan yang Allah Ta’ala jadikan pada harta dan terhindarnya harta dari hal-hal yang akan merusaknya di dunia, juga dengan didapatkannya pahala dan tambahan kebaikan yang berlipat ganda di sisi Allah Ta’ala di akhirat kelak, meskipun harta tersebut berkurang secara kasat mata. [Syarhu shahihi Muslim (16/141) dan Faidhul Qadiir (5/503)]

[2] Makna lain dari “bertambahnya kemuliaan orang yang pemaaf” di dunia adalah dengan dia dimuliakan dan diagungkan di hati manusia karena sifatnya yang mudah memaafkan orang lain, sedangkan di akhirat dengan besarnya ganjaran pahala dan keutamaan di sisi Allah Ta’ala. [Syarah shahih Muslim (16/141) dan Tuhfatul ahwadzi (6/150)]

[3]. Mengenai hal ini dijelaskan oleh Al-Imam Ash-Shan’ani pada syarah hadits yang lain. Hanya sayang, saya lupa mencatatnya kemarin. Mungkin pada kesempatan yang lain bisa ditambahkan.

[4]. Arti tawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah adalah merendahkan diri dari kedudukan yang semestinya pantas bagi dirinya, untuk tujuan menghilangkan sifat ujub dan bangga terhadap diri sendiri, dengan niat mendekatkan diri kepada-Nya, dan bukan untuk kepentingan duniawi. [Tuhfatul ahwadzi (6/150) dan Faidhul Qadiir (5/503)]

[Baca Selengkapnya...]


Tersenyumlah



Dari Jarir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata:

مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَا رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Al-Bukhari no. 6089 dan Muslim no. 4523)

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i radhiallahu anhu dia berkata:

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. At-Tirmizi no. 3641)

Jabir bin Samurah radhiallahu anhu berkata menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

كَانَ لَا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim no. 2322)

Dari Abu Dzarr radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. At-Tirmizi no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517)


Penjelasan ringkas:

Tersenyum kepada saudara merupakan cara termudah untuk meraih keridhaan hatinya dan menghilangkan semua kebencian dan kedengkian yang ada di dalam hatinya. Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan agar hendaknya seorang muslim tidaklah melihat ke arah saudaranya kecuali dalam keadaan tersenyum, dan beliau sendiri telah melakukan apa yang beliau anjurkan ini. Karena selain dia merupakan cara termudah untuk mempererat persaudaraan, tersenyum juga merupakan cara termudah untuk mendapatkan pahala dari Allah, karena setiap senyum yang kita lakukan akan dinilai sebagai sedekah kita kepada saudara kita.

Karenanya saking ajaibnya ibadah senyum ini, tidaklah dua orang yang bermusuhan salin tersenyum satu sama lain kecuali akan hilang saat itu juga permusuhan yang terjadi di antara mereka, atau paling minimal hubungan di antara keduanya akan berangsur membaik.

Al-Imam Al-Hafidz Adz-Dzahabi –rahimahullahu- (wafat; 215H) berkata dalam Siyar A’lam An-Nubala` (10/140-141), “Di sini ada yang butuh diingatkan, yaitu bagi orang banyak tertawa dan tersenyum sebaiknya dia tidak berlebihan di dalamnya agar dia tidak dijauhi oleh orang lain. Demikian pula bagi orang yang suka bermuka masam dan kurang tersenyum, sebaiknya dia memperbaiki tingkah lakunya dan dia mencela dirinya karena keburukann tingkah lakunya. Karenanya segala sesuatu yang menyimpang dari sikap pertengahan (sederhana) adalah tercela.”

Beliau –rahimahullahu- juga berkata, “Tertawa yang ringan dan tersenyum lebih utama, dan para ulama yang tidak pernah melakukannya ada dua macam (hukumnya):

Pertama: (bisa jadi) merupakan kebaikan bagi orang yang meninggalkannya karena adab dan takut kepada Allah Ta’ala, serta sedih atas (kekurangan dan dosa-dosa yang ada pada) dirinya.

Kedua: (bisa jadi) merupakan celaan (keburukan) bagi orang yang melakukannya (tidak mau tersenyum) karena kedunguan, kesombongan, atau sengaja dibuat-buat. Sebaimana orang yang banyak tertawa akan direndahkan (diremehkan orang lain).


Sumber; www.al-atsariyyah.com

[Baca Selengkapnya...]


Trik Membuat Interactive Mouse Over Pada Microsoft PowerPoint



Microsoft Excel lagi? Tenang..tenang, kita tinggalkan sejenak Microsoft Excel, mari kita beralih sementara waktu ke saudara mudanya, Microsoft Powerpoint.. :D. Sebagian besar user pasti sudah tahu kegunaan/manfaat salah satu aplikasi bawaan Microsoft Office ini. Ketika kita diminta oleh atasan/partner kerja kita untuk menyiapkan bahan presentasi bisnis misalnya, maka aplikasi yang pertama kali kita ingat (biasanya) adalah Microsoft Powerpoint, betul tidak?. Kebetulan beberapa bulan yang lalu, saya pernah diminta atasan membuat slide presentasi (tepatnya report performansi SCN & Revenue quartal perusahaan) dengan menggunakan aplikasi ini. Yang diminta atasan waktu itu adalah, beliau ingin informasi/report performansi masing-masing Sub Branch di wilayah Jawa Barat bisa ditampilkan (seolah-olah) hanya dalam satu slide saja (lengkap dengan tampilan map/peta didalamnya). Sekedar informasi bahwa ada 10 Sub Branch yang tersebar di regional Jawa Barat, dimana masing-masing Sub Branch tersebut menginduk pada 3 main Branch (dulu disebut dengan GraPari atau Graha Pari Sraya, yakni sebuah nama yang diambil dari bahasa Sansekerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai penghormatan atas dibukanya kantor cabang pelayanan di Daerah Istimewa Yogyakarta, red), meliputi Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya. Dengan bahasa lain, ketika atasan ingin melihat detail informasi mengenai performansi salah satu Sub Branch, beliau cukup menunjuk/menggeser kursor mouse ke titik dimana lokasi geografis Sub Branch tersebut berada. OK, langsung saja ke topic pembahasan;

Siapkan map/peta yang kita butuhkan (peta diatas saya ambil dari aplikasi GIS Network Operation Regional Jabar, red), kemudian buatlah “Rounded Rectangle” menggunakan Drawing Tools pada Microsoft Powerpoint (saat ini saya menggunakan Microsoft Powerpoint versi 2007, red). Lokasinya terletak pada menu toolbars Home, Drawing. Beri nama sesuai dengan wilayah/territory Sub Branch, kemudian letakkan posisinya di wilayah masing-masing (seperti contoh diatas). Sebagai pelengkap, beri judul slide tersebut dengan “Mapping Regional Jawa Barat”. Copy slide tersebut ke page berikutnya (dalam pembahasan kali ini, saya mengambil wilayah Cianjur sebagai contoh, red). Hapus Rounded Rectangle yang ada di map dan sisakan wilayah Cianjur saja. Tambahkan sebuah map kecil kabupaten Cianjur di sebelah kanan map sebagai identitas/atribut wilayah tersebut. Siapkan tabulasi data (table) yang berisi detail informasi/performansi Cianjur dan letakkan di posisi yang tepat (sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar dibawah, red). Jangan lupa, ganti judul slide kedua tersebut dengan “Mapping Sub Branch Cianjur” agar memudahkan kita melakukan hyperlink.

Kembali ke slide pertama, klik Rounded Rectangle Cianjur kemudian klik toolbars Insert, Link, Action, maka akan muncul jendela (window) dibawah;

Pilih Mouse Over dan Hyperlink to. Di dalam Hyperlink to terdapat banyak option, pilihlah Slide, Slide Title; “Mapping Sub Branch Cianjur”, dan klik OK sebagai eksekusi akhir. Apakah sudah selesai? Masih belum guys. Kalau kita berhenti sampai disini, kita hanya akan mendapatkan tampilan “Mapping Sub Branch Cianjur” saja, karena ketika posisi mouse kita geser ke Rounded Rectangle Cimahi atau Bandung misalnya, tampilan “Mapping Sub Branch Cianjur” tidak akan hilang/atau lenyap, sedangkan planning kita diawal adalah mengubah tampilan slide mengikuti Rounded Rectangle yang ditunjuk oleh mouse. Untuk itu langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah; klik image map Jawa Barat di slide kedua, klik toolbars Insert, Link, Action, maka jendela (window) Action Settings akan muncul seperti tampilan sebelumnya (di slide yang pertama). Pilih Mouse Over, Hyperlink to, Slide, Slide Title; “Mapping Regional Jawa Barat”, dan klik OK sebagai eksekusi akhir. Satu lagi, hide/sembunyikan slide kedua (i.e Mapping Sub Branch Cianjur). Silahkan dicoba dengan menekan tombol “F5” pada keyboard, arahkan mouse ke Rounded Rectangle Cianjur kemudian geserlah ke Rounded Rectangle Cimahi dan lihatlah apa yang terjadi. Lakukan langkah-langkah tersebut ke Sub Branch-Sub Branch yang lain hingga paripurna.

Banyak trik-trik lain yang bisa anda coba, dimana tutorialnya banyak tersebar di Internet (misalkan membuat attractive menu tanpa menggunakan syntax VBA di Microsoft Powerpoint, red). Seorang musisi gitar klasik sekaligus ambassador Yamaha Music Indonesia pernah mengatakan (saya hanya bermaksud menukil ucapannya, bukan apa yang dikerjakannya, red); “Dulu ketika anda ingin (mengubah diri anda) menjadi seorang musisi classic ternama, anda harus datang dan belajar kepada guru music classic secara langsung, kemudian melihat dan mempelajari bagaimana sang guru memainkan dawai-dawai gitar dengan jari-jarinya yang terlatih. Tapi sekarang, teknologi berkembang begitu cepat. Anda bisa menjadi seorang musisi handal (minimal bisa mempraktekan teori-teori yang diajarkan langsung oleh seorang Maestro, red) hanya dengan belajar kepada Youtube!”..So, selamat mencoba dan berkarya kawan…

[Baca Selengkapnya...]


Trik Membuat Dropdown Menu Pada Microsoft Excel



Tiga tema sederhana mengenai Microsoft Excel sudah pernah saya share di blog ini. Berhubung saya tidak menguasai banyak software dan hanya mengetahui dan menguasai beberapa fitur aplikasi Microsoft Excel saja, maka pada kesempatan kali ini pun saya masih akan menshare trik-trik simple lain yang berkaitan dengan salah satu aplikasi bawaan Microsoft Office ini. So, punten pisan kalau dianggap kurang kreatif nya… :P. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa digunakan dalam pekerjaan sehari-hari oleh rekan-rekan blogger sekalian.

Tidak seperti topic-topic sebelumnya yang membahas mengenai syntax VBA yang rumit dan ruwet, hari ini saya akan berbagi ilmu mengenai bagaimana membuat drop-down menu pada Microsoft Excel. Sangat sederhana dan sangat mudah. Drop-down menu biasanya saya pakai untuk membuat kombinasi pilihan data yang ingin saya tampilkan di worksheet, entah itu dalam bentuk tabulasi data maupun dalam bentuk grafik (yang diset melalui VBA tentunya, red). OK, agar lebih mudah dipahami, berikut saya berikan contohnya;

Ada 2 pilihan menu pada contoh diatas i.e “Product” dan “SCN, CB & Dist-Stock”[1]. Menu “Product” terdiri dari Kartu SimPATI, Kartu As, dan All Prepaid (gabungan SimPATI dan Kartu As, red), sedangkan pada menu “SCN, CB & Dist-Stock” tediri dari banyak pilihan. Masing-masing product dibreakdown berdasarkan territory-nya, meliputi Bandung, Cirebon, Tasikmalaya dan Regional. Sekedar informasi, tampilan drop-down menu diatas saya buat di worksheet “SCN & CB Diamond Monthly”. Posisi drop-down “Product” terletak pada cell C6 dan drop-down “SCN, CB & Dist-Stock” terletak pada cell C8. Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut;

Buatlah detail data seperti contoh diatas (pada worksheet yang berbeda dari worksheet utama (worksheet “SCN & CB Diamond Monthly”). Yakni pada worksheet baru dengan nama “ValidationList”, red) e.g Pada judul ProductTsel data disi dengan Kartu_SimPATI, Kartu_AS, All_Prepaid dan seterusnya. Kemudian berilah nama pada setiap informasi yang kita buat tersebut dengan cara memblock data mulai dari cell yang berada dibawah title (judul) sampai dengan cell akhir dimana detail data tersebut berada. Contoh, saya ingin memberi nama “ProductTsel” pada detail data ProductTsel. Caranya, block cell B4 sampai cell B6, kemudian ketik “ProductTsel” pada kotak dibawah clipboard (seperti yang ditunjukkan oleh lingkaran merah diatas, red), kemudian enter. Atau dengan cara, klik menu Formulas, Defined Names, Name manager. Klik New, New Name kemudian isi option “Name” dengan “ProductTsel” dan klik OK. Teruskan untuk kategori yang lain i.e detail Kartu_SimPATI dengan nama “Kartu_SimPATI”, Kartu_AS dengan nama “Kartu_AS” dan All_Prepaid dengan nama “All_Prepaid”.

Setelah semua data kita definisikan namanya, maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah mengkombinasikan option “Product” dengan “SCN, CB & Dist-Stock” sesuai dengan kategori yang sudah kita buat. Misal, ketika kita memilih item “Kartu_SimPATI” pada menu “Product”, maka secara otomatis detail informasi yang ditampilkan pada menu “SCN, CB & Dist-Stock” adalah item-item yang terdapat pada kategori “Kartu_SimPATI” i.e SCN SP-Bandung, SCN SP-Cirebon, SCN SP-Tasikmalaya, SCN SP-Regional dan CB SP-All, bukan item-item yang terdapat pada kategori “Kartu_AS” maupun “All Prepaid”. Bagaimana cara menampilkannya?. Let’s proceed…

Step ini merupakan step yang paling krusial, karena sangat menentukan berhasil tidaknya drop-down menu yang kita buat. Caranya, tempatkan kursor pada cell C6 pada worksheet “SCN & CB Diamond Monthly”. Kemudian klik Menu Data, Data Tools, Data Validation, dan klik Setting. Pada Validation Criteria terdapat “Allow”, maka pilihlah item “List” dan ketik “=ProductTsel” pada Source. Agar lebih menarik, klik Error Alert (disamping Input Message, red), pilih style: Stop, ketik: “Notification” pada Title dan “Please select information from the list!” pada Error Message. Setelah itu klik OK. Selesaikah? Belum. Lanjutkan dengan meletakan kursor di cell C8 pada worksheet yang sama. Ulangi langkah sebelumnya i.e klik Menu Data, Data Tools, Data Validation, dan klik Setting. Pada Validation Criteria; “Allow”, pilihlah item “List” dan ketik “=INDIRECT(C6)” pada Source, setelah itu klik OK. Silahkan anda lihat hasil akhirnya, insyaAllah sesuai dengan planning kita diawal. Akhirnya, selamat mencoba.. ^_^

Catatan Kaki;

[1]. SCN = Sales, Churn, Nett Add. CB = Customer Base. Dist-Stock = Distribution (i.e jumlah kartu perdana yang didistribusikan ke sejumlah point of distribution atau POD) - Stock (i.e persedian kartu perdana yang masih belum terserap oleh pasar)



[Baca Selengkapnya...]


Market Visit dan Virus Hepatitis A



Jum’at, tanggal 14/01/2011 yang lalu saya kembali melakukan check darah yang ketiga di salah satu laboratorium kesehatan di Jl. Veteran Bandung. Adapun pemeriksaan yang pertama dan kedua, sudah saya lakukan pada tanggal 02/12/2010 dan tanggal 16/12/2010 sesuai dengan anjuran Dokter. Ada apa to? Kronologisnya adalah sebagai berikut;

Tanggal 22/11/2010 sampai dengan tanggal 25/11/2010, saya dan team MD Jawa Barat ditugaskan oleh Kantor melakukan marketing research (tepatnya; market visit) ke sejumlah outlet secara acak (menggunakan teknik random sampling, red) di beberapa kecamatan di wilayah Subang, Indramayu, Cirebon Inner, Ciamis, dan Tasikmalaya sebagai bahan konseling Mitra Dealer. Aktivitas tersebut dilakukan mulai pagi hari hingga sore hari, atau sampai jumlah sample yang kami butuhkan terpenuhi. Malam harinya, saya langsung melakukan rekap questioner sesuai template yang sudah saya siapkan, melakukan pengolahan data hasil survey, melakukan analisa market visit dan memindahkannya ke slide presentasi agar mudah dibaca dan dipahami oleh Mitra Dealer Korporasi. Waktu istirahat yang sedikit ditambah dengan asupan makanan yang tidak memadai membuat kondisi fisik saya kurang prima waktu itu. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga tiga hari berturut-turut sampai tugas (Market Visit) dinyatakan selesai pada tanggal 26/11/2010. Hari itu pun saya kembali ke Bandung. Senin paginya, tanggal 29/11/2010, saya diminta oleh atasan melakukan survey (sekali lagi) di wilayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Tugas tersebut saya jalankan dengan baik seperti biasanya. Nah baru sehari setelahnya, saya merasakan adanya gejala yang tidak biasa pada tubuh saya, i.e pegal-pegal, mual, panas, lemas, diare, nafsu makan berkurang dan urine berwarana kekuning-kuningan. Hari itu juga saya meminta ijin ke atasan untuk melakukan check up ke dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik sementara, dokter menyimpulkan bahwa saya terkena penyakit kuning (Hepatitis). Namun demikian dokter belum bisa memastikan virus type apa yang sejatinya menyerang salah satu organ vital (i.e Hati) di tubuh saya tersebut. Akhirnya dokter menganjurkan saya untuk beristirahat total selama satu minggu kedepan plus melakukan check darah guna memastikan type virus tersebut. Hasilnya adalah sebagai berikut [test darah tanggal 02/12/2010, red];

Anti HAV IgM(1) saya [Reactive: 8.69]. Nilai rujukan normalnya adalah [Non Reactive: kurang dari 0.8, Reactive: lebih dari 1.2]. HBsAg(2) saya [Non Reactive: 1.14] dengan nilai rujukan normal [Reactive S/N St lebih dari atau sama dengan 2, Non Reactive St kurang dari 2]. Faal hati saya hampir seluruhnya tidak normal, khususnya SGPT dan SGOT dimana masing-masing berjumlah 1393 [Normalnya: L kurang dari 41] dan 761 [Normalnya: L kurang dari 38]. Singkatnya, saya divonis terserang Hepatitis type A.

Praktis masa istirahat saya diperpanjang menjadi 2 minggu. Pada interval waktu tersebut, saya dilarang melakukan aktifitas berat apalagi bekerja. Sekedar informasi bahwa dokter rujukan saya adalah seorang dokter umum, namun pernah belajar selama 6 bulan mengenai teknik pengobatan China di negeri tirai bamboo tersebut. Maka tidaklah heran jika obat yang direkomendasikannya ke saya bukanlah obat racikan barat, melainkan ramuan tradisional China, kecuali vitamin/suplemen hati yang bernama “Hepamax”. Adapun obat herbal China yang harus saya konsumsi adalah “Compound Wurenchun”, yang berkhasiat menurunkan kadar SGPT dan SGOT pada hati secara alami. Guna mempercepat proses recovery, saya pun memutuskan untuk beristirahat total di rumah.

Dua minggu berselang, test darah menunjukkan hasil sebagai berikut [check lab tanggal 16/12/2010, red];

SGPT berjumlah 200 [Normalnya: L kurang dari 41] sedangkan SGOT berjumlah 119 [Normalnya: L kurang dari 38].

Dengan kata lain, SGPT dan SGOT saya menurun secara drastis masing-masing sebesar 86% dan 84% dari angka sebelumnya. Meskipun belum ideal, paling tidak ada progress yang menggembirakan. Melihat hasil tersebut, dokter pun belum berani mengambil resiko. Sekali lagi, saya disarankan beristirahat kembali selama 1 minggu kedepan. Namun saya mencoba membujuknya, siapa tahu ia menginjinkan saya masuk kantor meskipun hanya beberapa jam saja. Alasan saya, “Pekerjaan di kantor menumpuk dok”. Ternyata dia tak bergeming dan mengatakan, “Jika anda ingin segera sembuh, beristirahatlah”. Meskipun telah diingatkan, saya tetap masuk kantor..hehe [bosen euy di rumah]. Sesuai jadwal, saya kembali test darah [per tanggal 14/01/2011, red] dan hasilnya menunjukkan;

SGPT berjumlah 40 [Normalnya: L kurang dari 41] sedangkan SGOT berjumlah 34 [Normalnya: L kurang dari 38].

What does it mean?. Benar, dokter menyatakan bahwa saya telah sembuh total dan terbebas dari virus Hepatitis type A, Alhamdulillah –Segala puji hanya milik Allah semata-. Sekedar info bahwa virus Hepatitis itu bermacam-macam, mulai Type A hingga G, mulai dari yang akut sampai kronis. Type A termasuk kategori akut yang tidak menyebabkan kronis, atau dengan kata lain penderita Hepatitis type ini (hampir seluruhnya) bisa sembuh secara sempurna meskipun tanpa diobati [bahasa ilmiahnya; Self-limited atau Self-healing, red]. Berbeda dengan type B dan C yang bisa berkembang menjadi kronis bahkan menjadi Sirosis (pengerasan hati)/ Kanker Hati dimana penderita diharuskan berobat secara intensif guna menghilangkan virus yang merusak tersebut. Konon, virus Hepatitis B dan C lebih merusak (infeksius) dan lebih berbahaya 100 kali lipat dari virus HIV AIDS. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr. Unggul Budihusodo SpPD-KGEH mengatakan, “Bila seseorang terkena penyakit ini (Hepatitis B, red), biasanya harus meminum obat seumur hidup untuk mengatasinya, sedangkan sebagian besar pasien Hepatitis C sudah bisa disembuhkan secara total dengan pengobatan tertentu.” ujarnya.

Kesimpulannya, mari kita biasakan hidup sehat kawan.. :)

Catatan kaki;

(1). Anti HAV IgM = (Hepatitis A Viral Antibody IgM). Biasanya digunakan sebagai indikasi seseorang terkena virus hepatitis type A.

(2). HBsAg = (Hepatitis B Surface Antigen). Biasanya digunakan untuk mendeteksi virus hepatitis B.

[Baca Selengkapnya...]


 

Entri Populer

Recent Comments

Blog Statistic

Return to top of page Copyright © 2007 | Old Nakula