Tukang Sol Sepatu Itu....



Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Rabb pemilik arsy, Rabb semesta alam. Dia ciptakan segala sesuatunya secara sempurna. Tiada sekutu bagi-Nya baik dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya maupun asma wa sifat-Nya. Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.

Hari ini saya lebih banyak berdiam diri dan beraktifitas di rumah. Sebagian besar (waktu luang) saya gunakan untuk beristirahat, memulihkan kondisi fisik yang kurang fit pasca berkeliling Jabar beberapa hari belakangan. Baru ba’da dzuhur tadi saya keluar rumah membersihkan motor yang sudah mulai kotor dan berdebu karena dua minggu ini terkena hujan dan tidak dicuci. Setelah hajat terpenuhi, saya kembali ke rumah, memanaskan mesin, mengeringkan body motor dan melumasi rantai belakang motor agar tidak berbunyi saat dikendarai. Tak lama kemudian, melintaslah seorang lelaki tua memanggul dua buah kotak kecil di kanan kirinya. Lalu saya pun memanggilnya....

“Punten Pak, bapak tukang sol sepatu?”, tanyaku.

“Muhun cep”, jawabnya dengan sopan.

“Berapa ongkos sol-nya pak untuk satu pasang sepatu?”, tanyaku kembali.

“Tergantung cep, lihat dulu kondisinya”, sahutnya dengan lembut, ia pun tersenyum hingga garis-garis keriput di dahi dan pipinya terlihat.

Saya berkata, “Baik Pak, bapak tunggu disini dulu (di depan masjid, red), saya akan kembali dengan sepatu saya.”

“Mangga cep.”, katanya.

Saya pun naik ke atas, meletakkan jaket dan helm di dekat pintu dan mengambil sepasang sepatu futsal yang sudah jebol di bagian depannya di atas lemari baju. Kemudian saya kembali menemuinya di depan.

Saya bilang, “Ini Pak sepatunya, bagian depannya jebol. Mungkin sebaiknya di lem dulu sebelum di sol.”

Ia pun mengangguk tanda setuju. Ia mulai bekerja menggunakan perlengkapan jahit yang sederhana itu, yakni sebuah jarum yang sudah dimodifikasi (i.e dari jeruji sepeda yang dihaluskan dengan gerinda dan dibuatkan kait di ujungnya), satu kaleng lem kecil dan beberapa helai benang nilon hitam.

Ternyata bapak tersebut tidak begitu lancar berbahasa Indonesia, ia hanya fasih berbahasa sunda. Dari awal ia selalu membalas pertanyaan saya dengan bahasa ibunya (i.e bahasa daerah), namun ketika ia tahu kalau saya bukan orang sunda dan tidak bisa berbahasa sunda, ia pun mencoba menyelipkan beberapa kosakata berbahasa Indonesia semampunya, meskipun (tetap saja) banyak kalimat yang tidak saya mengerti.. J. I do appreciate for your effort Sir....

Usianya sekitar 60 tahun, kecil dan kurus tubuhnya. Teduh wajahnya dan sopan sekali tutur katanya, khas orang Garut. Ia selalu tersenyum setiap kali berbicara...ya, tersenyum seolah-olah ia tahu bahwa senyum itu adalah ibadah. Ia kenakan topi coklat yang sudah berlubang di bagian atas dan kirinya untuk melindungi kepalanya dari sengatan matahari. Baju dan celananya pun lusuh terkena debu jalanan yang tersibak angin di gang atau jalan yang ia lalui. Namanya Supari, dari Garut Selatan. Sudah 12 tahun lebih ia menjalani profesi sebagai tukang sol sepatu keliling di Bandung. Ia memiliki 1 orang putra dan 2 orang putri. Dua yang terbesar tidak ia sekolahkan dan berhenti sampai tingkat SD saja karena terbentur masalah biaya. Kebetulan mereka berdua adalah wanita. Pola pikir Pak Supari sederhana, mereka kelak akan menjadi ibu rumah tangga dan akan ada suami yang menanggung kebutuhan hidupnya sehingga tidak ada kekhawatiran kalaupun mereka tidak melanjutkan sekolah. Mereka berdua membantu ibunya bertani di ladang milik orang lain di kampungnya. Adapun yang bungsu adalah seorang anak laki-laki yang berkesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi (dari kedua saudaranya) di tingkat SMP hingga hari ini.

Pak Supari tinggal di sebuah kontrakan bersama 20 orang teman seperjuangannya sekaligus seprofesinya di wilayah Bandung Selatan. Ia keluarkan uang Rp. 3,000 per hari untuk menetap, tidur, dan mandi. Ia berjalan puluhan kilometer setiap hari. Bayangkan, 12 tahun ia menjalani profesi ini, berapa ratus kilometer jarak yang sudah ia tempuh, berjalan kaki mengelilingi Bandung dan sekitarnya. Berangkat jam 07.00 pagi, pulang jam 19.00 malam. Ketika saya tanya; “Punten pisan Pak, berapa penghasilan bapak per hari?”, Ia menjawab, “Ga tentu cep, kadang Rp. 15,000 kadang Rp. 25,000, dan paling banyak Rp. 50,000, alhamdulillah”. Ia pulang ke Garut 1 bulan sekali guna menjenguk dan menafkahi keluarganya, menetap di sana selama 2 minggu untuk membantu istrinya bertani kemudian kembali lagi ke Bandung dengan profesi pokoknya. Saya kembali bertanya, “Kenapa bapak tidak bertani saja di Garut, bukankan air di sana cukup banyak?”,..Ia menjawab, “Muhun cep, air disana cukup bagus, kendalanya di modal cep. Bapak tidak punya ladang, jadi harus menyewa ke tuan tanah. Setelah 3 bulan, hasil panennya harus dibagi dua. Dari 7 kwintal gabah, bapak mendapatkan 70 Kg, atau kira-kira setara dengan Rp. 400,000. Itu pun kalau hasilnya (maksudnya kualitas gabahnya, red) bagus.” Pak Supari mengatakan bahwa dengan uang sebesar itu sebenarnya sudah mencukupi keperluan keluarganya sehari-hari selama beberapa bulan i.e jika digunakan untuk makan sehari-hari karena beberapa bahan makanan seperti sayuran yang mereka konsumsi bisa mereka ambil dari pekarangannya sendiri. Namun ia butuh tambahan biaya untuk sekolah anak laki-lakinya yang kelak akan menjadi kepala rumah tangga dan andalan keluarganya.

Raut wajahnya ceria ketika bercerita, tak terlihat dan tidak pula (mencoba) menampakkan dirinya kalau ia seorang fakir. Pelajaran yang bisa saya ambil dari Pak Supari hari ini adalah;

1]. Apapun yang Allah Subhaanahu wa Ta’ala berikan, banyak atau sedikitnya, syukurilah. Rizki halal yang kita dapatkan dengan susah payah, melalui ribuan kalori energi yang harus dikeluarkan tiap hari untuk berjalan, berfikir dll akan menjadi berkah tatkala disyukuri. Hal ini bisa kita lihat dari kata-kata beliau, “.....dan paling banyak Rp. 50,000, alhamdulillah”.

2]. Janganlah malu apalagi gengsi terhadap ikhtiar yang kita lakukan selama hal itu benar secara syar’i dan halal. Jangan setengah-setengah. Pepatah mengatakan, “Satu ditambah satu sama dengan dua, setengah ditambah setengah sama dengan nol”, artinya; jika ikhtiar yang kita lakukan tidak total/sungguh-sungguh, maka hasilnya pun tidak maksimal, bahkan (terkesan) sia-sia belaka. Namun demikian ada saja yang berkata, “..lebih baik menjadi pengangguran seumur hidup daripada harus menjadi tukang ini dan itu. Harga diri dan status sosial saya akan hilang dan jatuh jika saya melakukan ini dan itu...dst”. Bagi saya, orang dengan karakter seperti ini tidak lebih mulia daripada pak Supari, si tukang sol sepatu keliling yang rendah hati (tawadhu’) itu..

3]. Kalaupun kita belum bisa mendapatkan pekerjaan yang “layak” sesuai background kita,..jagalah ‘iffah (kehormatan diri) dengan tidak menjadi peminta-minta, koruptor, penjilat atau pencuri. Satu sisi ada orang yang besar gengsinya (seperti poin no. 2) di sisi lain ada orang yang malas berusaha sehingga memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang. Lihatlah pak Supari,..ia rela berjalan berpuluh-puluh kilometer dengan beban di pundaknya sambil meneriakkan “Sol sepatu..sol sepatu...sol sepatu..”. Ia buang perasaan malunya demi mendapatkan rizki yang halal dan thayib serta menjaga ‘iffahnya..

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta maka Allah akan memelihara dan menjaganya, dan siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya maka Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 6470 dan Muslim no. 1053 )

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta), qana’ah (merasa cukup) dan bersabar atas kesempitan hidup dan selainnya dari kesulitan (perkara yang tidak disukai) di dunia.” (Syarah Shahih Muslim, 7/145)

4]. Bersikap Qana’ah dalam hidup. Meskipun pendapatannya kecil, namun tak terlihat raut putus asa di wajahnya, tak terdengar kalimat-kalimat yang mengandung keluhan keluar dari lisannya. Dapat disimpulkan dari cara ia berbicara, dari cara ia berpakaian, dari gerak-gerik dan bahasa tubuhnya bahwa ia ikhlas dan ridha’ dengan apa yang ia dapatkan dan merasa cukup dengannya, wallaahu a’lam.

5]. Terakhir, lihatlah ke bawah (ke orang-orang seperti pak Supari ini) agar kita bisa lebih menghargai nikmat yang Allah Subhaanahu wa Ta’ala berikan. [Note: poin ini akan selalu saya ingat insyaAllaahu Ta’la]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (HR. Muslim)

Obrolan kami berakhir setelah sepasang sepatu futsal itu selesai disol. Saya tanya, “Berapa pak ongkos servicenya?”, Ia hanya tersenyum dan berkata, “Terserah asep (panggilan orang sunda ke anak muda, red) saja.”, kemudian kuberi beberapa lembar rupiah sebagai ucapan terima kasih. Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberkahi anda dan keluarga anda pak Supari, menjaga kesehatan dan melapangkan rizki anda dan keluarga, amieen....

[Baca Selengkapnya...]


Memory Farewell Dan Fenomena Resign



Dua hari terakhir ini saya tidak beraktifitas di Regional, praktis banyak email kantor yang menumpuk di inbox. Tadi pagi saya coba buka salah satu email (yang masuk paling terakhir) yang dikirimkan oleh HRD. Ternyata berisi permintaan untuk mengirimkan file foto berukuran 3x4 dengan background merah untuk melengkapi database online HRiS. Saya coba cari di PC kantor namun ternyata tidak ada, akhirnya saya cari di email yahoo. Saya teringat kalau beberapa tahun yang lalu saya pernah mengirimkan CV plus foto (dengan ukuran yang sama) ke beberapa perusahaan. Tetapi entah mengapa saya malah lebih tertarik untuk membuka email dengan subject “Mohon maaf lahir dan batin” tertanggal Oct 31st 2008. Setelah dicek teryata isinya farewell ketika saya keluar dari perusahaan yang lama. Just flashback ke belakang; Itu adalah salah satu moment yang mengharukan bagi saya karena harus berpisah dengan kawan-kawan terbaik saya waktu itu. Kurang lebih begini isinya…

____________________________

Assalamu’alaykum.

Dear All,

As most of you already knew that today is my last day with Sistelindo. I truly can’t tell you how difficult it is to describe how happy sad I am to be leaving. When I got here two years ago, I would never have realized how connected I would be to such a warm community of people. I have made many good friends during my years working with you all, and feel that I am a better person for my time here. I have so many good memories of all of the good times I have had that I am sure I will never forget any of you.

I have enjoyed my tenure here and I appreciate having had the opportunity to work directly with you. Thank you for the support, guidance, and encouragement you have provided me during my time at Sistelindo, even though indeed I am going to miss you all. Tomorrow I will wake up in my new life, looking forward to dealing with a new challenge outside and starting a new phase of my career.

Please keep in touch, I can be reached at my personal email address or YM (old_nakula@yahoo.com) or hp (081320XXXXXX).

My very best wishes for the future go out to each and every one of you.

Wassalamu’alaykum.

____________________________

Kemudian (setelah mengucapkan farewell waktu itu, red) masuk beberapa email dukungan dan doa (baik dari rekan satu kantor maupun partner perusahaan) semisal;

From: "Wong, Yoke Fun"

To: "dwi.noviyanto@sistelindo.com"

Cc: "dwi_noviyanto@yahoo.com"

Sent: Friday, October 31, 2008 10:37 AM

Subject: RE: Mohon maaf lahir dan batin

Thanks Dwi for your support so far,

Has been nice working with you. Wishing you all the best in your future endeavours.

Regards

Yoke Fun, Wong

AT&T Singapore

---

From: "Chiu, Tina"

To: dwi.noviyanto@sistelindo.com; "Van Cauwenbergh, Jan" ; "Chan, Alex" ; "Cheng, Albert" ; "Wong, Ivy" ; "Wong, Yoke Fun" ; "Mishra, Shailesh" ; "Tung, Ming Weng" ; "Ee, Boon Siong" ; "Lam, Tina" ; "Kwan, Jeannie"

Cc: "Jais, Afizal" ; "Nazwar, Alfian" ; dwi_noviyanto@yahoo.com

Sent: Saturday, November 1, 2008 11:06 AM

Subject: RE: Mohon maaf lahir dan batin

Dwi,

Thank you for your support from time to time.

I wish you every success in your future career.

Thanks,

Tina, Chiu

AT&T Hongkong


Today, I just wanna say; Thanks once again for your support and du’a so far, may Allah Ta’ala bless you all and bestow you with goodness [it’s special only for those who worship Allah Azza wa Jall alone].


Terkait masalah resign, ada banyak pertimbangan mengapa seseorang memutuskan untuk meninggalkan tempatnya bekerja (termasuk saya waktu itu, red). Paling tidak bisa disummarykan ke dalam 3 faktor –CMIIW- antara lain:

[1]. Kenyamanan

Sejauh pengamatan dan pengalaman saya, inilah factor terbesar mengapa seseorang keluar dari pekerjaannya. Meskipun ia dibayar dengan standard gaji diatas rata-rata perusahaan lain yang sejenis dan memiliki peluang besar menduduki jabatan struktural yang tinggi, namun jika hati tidak lagi nyaman, tidak lagi ada kecocokan dengan lingkungan/ budaya perusahaan, tidak lagi ada chemistry dengan partner kerja atau atasan, tidak sehatnya kondisi financial perusahaan (misal) karena lilitan hutang atau hilangnya pelanggan setia yang membantu eksistensi perusahaan dll, tidaklah cukup meyakinkan (bagi sebagian orang) untuk membuatnya bertahan. Hal ini sejalan dengan analisa Paul Conrath, seorang pakar/expertise di bidang human resources (http://humanresources.about.com) ketika membreakdown 10 alasan mengapa seseorang itu keluar dari perusahaannya. Lima (alasan) diantaranya (ternyata) tidak jauh dari factor kenyamanan sbb;

a). You’ve stopped having fun and enjoying your job. No matter what changed, when you dread going to work in the morning, it's time to leave your job.

b). Your company is experiencing a downward spiral, losing customers, losing money, and rumors of possible closure, bankruptcy and failure prevail.

c). Your relationship with your manager is damaged beyond repair. You have sought help to mend the boss relationship but you know it is too damaged for recovery. (Perhaps you were untrustworthy, missed work on too many days, or the manager acts like an untrustworthy jerk.) Whatever the reason, the relationship is irrecoverably damaged.

d). You’ve burned your bridges with your co-workers. Your group is not getting along in an environment that requires people to work together well. Again, at some point, the reasons don’t matter; start fresh in a new job and resolve to not let this situation happen again.

e). Your stress level is so high at work that it is affecting your physical or mental health and your relationships with your friends and family. Watch for the signs of burnout and if they can’t be cured, move on.

[2]. Upah/Gaji/Salary

Ini adalah masalah klasik yang kerap muncul di benak seseorang dan itu termasuk normal. Entah itu karena rendahnya standar gaji di perusahaannya, meningkatnya kebutuhan hidup (karena harus menyokong perekonomian keluarga, membiayai pendidikan anak-anak dll), atau banyaknya godaan dari perusahaan lain yang menawarkan gaji lebih tinggi. Hal ini senada dengan penjelasan Paul Conrath di poin selanjutnya sbb:

a). Your life situation has changed. Perhaps you have married or had a baby, and the salary and benefits no longer support your life needs. You need to move on to better opportunities to support your family.

[3]. Jenjang karir

Bagi sebagian orang, bekerja di lingkungan perusahaan yang kondusif dan nyaman, kemudian mendapatkan gaji bulanan/tahunan yang tinggi saja tidak cukup. Atau dengan kata lain, hanya sekedar eksis saja tidaklah cukup. Segala sesuatunya terasa datar, hilang sudah motivasi atau passion seandainya jenjang karir yang ada tidak jelas dan subjective. Ada yang bilang, “Masa sih selamanya menjadi staff, masa sih statusnya mau kontrak terus, masa sih dia naik lebih dulu dari saya sedangkan kontribusinya selama ini biasa-biasa saja” dll. Itulah salah satu ekspresi yang menggambarkan betapa pentingnya jenjang karir bagi sebagian orang. Paul Conrath menjelaskan;

a). And the top ten reason for leaving your current miserable job - you are unchallenged, need more responsibility, and seek opportunities that just don't exist for you in your current organization. You've explored the current and potential options, and they are limited. It's time to move on.

Namun demikian, jangan sampai karena merasa tidak cocok dengan lingkungan kerja, gaji maupun jenjang karir yang ditawarkan, atau karena merasa terdzalimi oleh perusahaan lalu melupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh seorang hamba kepada Rabbnya Azza wa Jall, yakni bersyukur dan bersabar. Sederhananya, ia bisa bekerja dan mendapatkan nafkah yang halal (meskipun sedikit dan meskipun di lingkungan kerja yang tidak ia sukai) itu atas kehendak siapa? tidak lain karena kebaikan dari Allah Ta’ala yang tak pernah berhenti memberikan rahmah (kasih sayang) dan nikmatNya. Yang Allah Ta’ala minta hanyalah bersyukur atas apa yang sudah ia dapatkan. Faktanya (jika mau melihat ke bawah sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa sallama; “Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” [Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy]) masih banyak orang yang tidak seberuntung dia dalam pekerjaan. Kewajiban pula baginya untuk bersabar, dan tidak berputus asa ketika belum mendapatkan tempat bekerja yang ideal. Wallaahu a’lam…

[Baca Selengkapnya...]


Vacancy @PT. Adaro Indonesia



Adaro Group is one of the biggest coal producer, operates the largest single coal mine in Indonesia, and is significant supplier to the global seaborne thermal coal market.

Adaro believes it is important for our people to have good characters to support our operations. All of our employees are expected to have good attitudes, be determined in achieving their goals, be responsive, care for others, be creative, and be of good integrity.


To support our team, we are currently looking for :

MINING PROFESSIONAL DEVELOPMENT PROGRAM (South Kalimantan)


General Requirements :

1. Bachelor Degree (S1) in Engineering

§ Mining

§ Geology

§ Geodesy

§ Electrical

§ Industrial

§ Mechanical

§ Environmental

§ Civil

2. Fresh Graduates or maximum 3 years experience after graduation year

3. Minimum GPA 2.75 out of 4.00

4. Extracurricular activities would be an advantage

5. Good leadership and interpersonal skills

6. Good command in English both oral and written

7. Good command in English both oral and written

8. Willing to be placed at Adaro Site


Interested candidates please register before 24 October 2011

To: hrd@ptadaro.com


*Only shortlisted candidates will be invited via email for psychological assessment in Jakarta/Bandung/Yogyakarta/Surabaya/Palembang/Banjarmasin


[Baca Selengkapnya...]


Conditional Formatting Using Visual Basic Application



Beberapa hari yang lalu saat melakukan aktivitas ‘blogwalking’, saya mendapati sebuah pertanyaan dari seorang pengunjung di salah satu website terkait Microsoft Excel sebagai berikut: “Dear Admin, what does a good excel report actually look like? Must it visually be good looking?”, kemudian sang Admin menjawab, “Hi, you’re right. Spreadsheets that are going ‘public’ need to have visual interest. Happily, there are plenty of tools in Excel to accomplish that goal..”, begitu kurang lebih tanggapan dari sang Admin. Dikatakan; selain harus valid, simple, mudah dibaca dan dipahami, tampilan sebuah report yang baik juga perlu dibuat menarik. Satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa ‘menarik’ itu tidak harus terlihat canggih. Sekeren apapun report jika pada akhirnya membingungkan pembacanya tidak akan dikatakan menarik. Tujuan dikemasnya tampilan sebuah report semenarik mungkin adalah agar memudahkan para pembacanya memahami content report secara lebih baik. Bahkan di kalangan tertentu tampilan visual sebuah report (entah itu dalam bentuk grafik, icon sets, gambar dll) itu dianggap lebih efektif dan lebih cepat dicerna oleh otak daripada tampilan huruf-huruf (baca: kalimat) atau angka-angka yang terkesan rumit.

Menindaklanjuti tema “visual interest report” diatas, hari ini saya akan berbagi trik sederhana mengenai cara menampilkan “icon sets” pada Microsoft Excel agar terlihat lebih menarik i.e menggunakan Visual Basic Application (VBA) tentunya. Icon sets yang saya maksud adalah sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Jika kita perhatikan, terdapat symbol silang (x), symbol check (v), dan symbol tanda seru (!) pada kolom D. symbol-symbol itulah salah satu varian dari Icon sets. Sejatinya symbol-symbol tersebut sudah ada di MS. Excel. Kita bisa menemukannya pada menu Conditional Formatting (Home> Conditional Formatting) dengan berbagai macam variannya seperti Arrows, Flags, Traffic Lights, Quarters dll. Icon sets berbentuk symbols saya pilih karena paling sesuai dengan karakter report yang akan saya buat i.e symbol silang (x) mewakili growth negatif, symbol check (v) mewakili growth positif dan symbol tanda seru (!) mewakili ungrowth revenue.





Sebelum kita membahas syntax program lebih jauh, ijinkanlah saya menjelaskan terlebih dahulu deskripsi table diatas. Ada dua kolom revenue (i.e kolom B dan C) yang masing-masing mewakili service type di bulan Januari dan Februari. Kolom Growth dibuat untuk melihat ada tidaknya pertumbuhan revenue di bulan Februari. Untuk mengetahuinya, kita harus mengkomparasikan data revenue di bulan Februari dengan data revenue di bulan Januari (menggunakan formula: [C-B]/B). Jika prosentasenya minus [negative] maka itu artinya revenue mengalami penurunan. Dan symbol silang (x) diatas secara otomatis akan muncul sebagai representasi dari penurunan revenue. Begitupula jika prosentasenya plus [positif] atau zero (nol), maka symbol check (v) atau symbol tanda seru (!) akan muncul sebagai representasi dari peningkatan atau stagnansi revenue. Otomatisasi tersebut bisa dijalankan melalui syntax berikut:


Private Sub Worksheet_Change(ByVal Target As Range)

Dim rFormulas As Range

On Error Resume Next

LastRow = ActiveSheet.UsedRange.Rows.Count

Set rFormulas = Range("D2", Range("D" & LastRow)).SpecialCells(xlCellTypeFormulas)

If Not rFormulas Is Nothing Then

Range("D2", Range("D" & LastRow)).Select

Selection.FormatConditions.AddIconSetCondition

Selection.FormatConditions(Selection.FormatConditions.Count).SetFirstPriority

With Selection.FormatConditions(1)

.ReverseOrder = False

.ShowIconOnly = False

.iconSet = ActiveWorkbook.IconSets(xl3Symbols)

End With

With Selection.FormatConditions(1).IconCriteria(2)

.Type = xlConditionValueNumber

.Value = 0

.Operator = 7

End With

With Selection.FormatConditions(1).IconCriteria(3)

.Type = xlConditionValueNumber

.Value = 0.01

.Operator = 7

End With

On Error GoTo 0

Exit Sub

End If

End Sub


Langkah-langkah

[1]. Langkah pertama tentu membuat table sebagaimana contoh diatas, buatlah kolom Service Type, Kolom Revenue (January & February) dan kolom Growth.

[2]. Jika macro (VBA) pada Microsoft Excel anda belum diaktifkan, maka aktifkanlah terlebih dahulu dengan cara; klik disini.

[3]. Buka Visual Basic Editor (VBE) dengan menekan tombol “Alt” dan “F11” secara bersamaan. Akan muncul Microsoft Excel Objects sebagai berikut:



Klik kanan Sheet1 atau Sheet2 (tergantung di lokasi mana anda membuat Tabel) kemudian View Code. Copykan syntax VBA diatas ke dalam “view code” tersebut.

[4]. Kembali ke table di Sheet1 atau Sheet2, kini anda bisa melakukan ujicoba. Pada cell D2, ketikkan rumus (C2-B2)/B2. Jika muncul icon sets symbols maka itu tandanya syntax tersebut sudah berjalan sesuai dengan harapan.


Penjelasan Syntax

Well,..kita coba kupas beberapa syntax VBA diatas (CMIIW a.k.a jika salah mohon diluruskan, red).

Private Sub Worksheet_Change(ByVal Target As Range)

Dim rFormulas As Range

On Error Resume Next

LastRow = ActiveSheet.UsedRange.Rows.Count

Set rFormulas = Range("D2", Range("D" & LastRow)).SpecialCells(xlCellTypeFormulas)

Sebenarnya kita bisa menuliskan syntax vba tersebut di Module/ Class Module (seperti yang biasa kita lakukan). Namun kali ini saya sengaja menggunakan Worksheet Event Change (mengenai Worksheet Event Change bisa klik disini.) agar setiap kali saya melakukan perubahan pada sheet tersebut, syntax bekerja secara otomatis mengikuti perubahan. Hasil dari syntax LastRow = ActiveSheet.UsedRange.Rows.Count adalah berupa value. Syntax tersebut akan menghitung secara otomatis jumlah record yang ada pada table (misal; ada 7 record pada table diatas, maka LastRow = 7, red). Karena icon sets symbols nantinya akan kita munculkan di setiap record di kolom D, maka pada setting rFormulas dituliskan syntax berikut: Range("D2", Range("D" & LastRow)). Adapun fungsi dari syntax .SpecialCells(xlCellTypeFormulas) pada rFormulas adalah untuk mengidentifikasi apakah cell yang berada pada specified/selected range (pada kolom D) mengandung formula. Jika iya, maka icon sets symbol akan dimunculkan oleh system secara otomatis, sebaliknya jika tidak, icon sets symbol tidak akan dimunculkan. Oleh karenanya, pada syntax selanjutnya tertulis;

If Not rFormulas Is Nothing Then

Range("D2", Range("D" & LastRow)).Select

Selection.FormatConditions.AddIconSetCondition

Selection.FormatConditions(Selection.FormatConditions.Count).SetFirstPriority

With Selection.FormatConditions(1)

.ReverseOrder = False

.ShowIconOnly = False

.iconSet = ActiveWorkbook.IconSets(xl3Symbols)

End With

Syntax If Not rFormulas Is Nothing Then berfungsi melakukan verifikasi apakah cell pada specified/ selected range mengadung formula atau tidak. Jika iya, maka syntax berikutnya akan dieksekusi oleh system.

Selection.FormatConditions.AddIconSetCondition

(Returns a new IconSetCondition object which represents an icon set conditional formatting rule for the specified range. Intinya, syntax ini berfungsi menambahkan Icon set baru pada specified/selected range)

Selection.FormatConditions(Selection.FormatConditions.Count).SetFirstPriority

(Selection.FormatConditions.Count: Returns a Long value that represents the number of objects in the collection)

With Selection.FormatConditions(1)

.ReverseOrder = False

.ShowIconOnly = False

(Jika .ShowIconOnly kita set “True”, maka angka [i.e prosentase] yang tercatat di kolom G tidak ditampilkan. Yang muncul hanya Icon sets-nya saja)

.iconSet = ActiveWorkbook.IconSets(xl3Symbols)

(Icon sets yang saya pilih adalah type symbols .IconSets(xl3Symbols) karena sesuai dengan karakteristik data yang saya buat [i.e ingin melihat prosentase growth])

End With

Adapun syntax selanjutnya merupakan penjabaran dari “conditional formatting rule” yang berlaku pada specified/selected range, dimana specified range dalam hal ini adalah selected range pada kolom D.

With Selection.FormatConditions(1).IconCriteria(2)

.Type = xlConditionValueNumber

.Value = 0

.Operator = 7

End With

With Selection.FormatConditions(1).IconCriteria(3)

.Type = xlConditionValueNumber

.Value = 0.01

.Operator = 7

End With

On Error GoTo 0

Exit Sub

End If

End Sub

Jika kita perhatikan secara seksama, tidak kita temukan .IconCriteria(1) pada syntax diatas (yang ada hanyalah .IconCriteria(2) dan .IconCriteria(3)). Mengapa demikian?, jawabannya bisa kita temukan pada sebuah buku yang berjudul; Excel 2007 VBA Programming with XML and ASP, ditulis oleh seorang MVP Excel, Julitta Korol** sebagai berikut: (Baca scan text yang saya garis bawahi, red).




Jadi Excel secara otomatis akan mensetting threshold value-nya sendiri pada IconCriteria(1). Jika kita set threshold valuenya ke dalam syntax (misal; With Selection.FormatConditions(1).IconCriteria(1)), maka yang terjadi adalah akan muncul message box “a run-time error”.

Angka 7 pada syntax .Operator = 7 maksudnya adalah “Greater than or equal to”. Atau bisa juga kita tulis .Operator = xlGreaterEqual sebagai ganti dari syntax .Operator = 7. Sedangkan value pada masing-masing IconCriteria saya set “0”, dan “0.01” yang artinya: Jika value (salah satu cell di kolom D) <0, maka icon sets bersimbol silang (x), jika value antara 0<0.01 maka icon sets bersimbol tanda seru (!) dan jika value >0 maka icon sets bersimbol check (v).

Itu saja, mudah-mudahan bermanfaat.



_________________
**JULITTA KOROL is a software consultant, technical writer, and software trainer who delivers custom-tailored hands-on training and develops advanced database and spreadsheet applications. She is a best-selling author of nine computer books published by Mikom Publishing in Warsaw, Poland, and the author of the forthcoming Learn Word 2000 VBA by Example (1-55622-748-5). She lives on Long Island, New York.
[Baca Selengkapnya...]


Vacancy @Perum PERURI



PERUM PERURI atau Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi untuk mencetak uang rupiah (baik uang kertas maupun uang logam) bagi Republik Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006. Selain mencetak uang rupiah Republik Indonesia, juga mencetak produk sekuriti lainnya, termasuk cetakan kertas berharga non uang dan logam non uang. Perusahaan didirikan pada tanggal 15 September 1971, dan merupakan gabungan dari dua Perusahaan yaitu PN. Pertjetakan Kebajoran atau PN. PERKEBA, dan PN. Artha Yasa. Pendirian ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 tahun 1971, selanjutnya diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 25 tahun 1982, kemudian diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2000 dan disempurnakan untuk terakhir kalinya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006.


POSISI (KODE)

01 Staff Sekretaris Perusahaan (SEK) -> D3 Sekretaris

02 Staff Hukum (HUK) -> S1 Hukum Perdata

03 Staff Pengembangan Organisasi (POR) -> S1 Teknik Industri

04 Staff Pengamanan (PAM) -> S1 Hukum Perdata

05 Staff Pengembangan Pasar (SAR) -> S1 Ekonomi Manajemen

06 Staff Desain Produk (DES) -> S1 Seni Rupa/Desain Grafis/Desain Komunikasi Visual

07 Staff Pengembangan Produk & Teknologi (PPT) -> S1 Teknik Informatika/Manajemen

08 Staff Perencanaan & Pengendalian Produksi (REN) -> S1 Teknik Industri

09 Staff Teknologi Informasi (INF) -> S1 Teknik Informatika

10 Staff Akuntansi (KUN) -> D3 Akuntansi

11 Staff Pengembangan SDM (SDM) -> S1 Psikologi

12 Staff Penggajian & Remunerasi (PGR) -> D3 Manajemen Komputer/Informatika


PERSYARATAN UMUM

Sehat Jasmani dan Rohani

IPK min 2.80 (skala 4.00)

Usia maksimum 28 tahun (batas kelahiran tertua 10 Oktober 1983)

Aktif berbahasa Inggris (lisan dan tulisan)

Memiliki ketrampilan interpersonal yang baik, loyalitas dan integritas tinggi

Lebih disukai yang memiliki pengalaman kerja di bidangnya minimal 2 tahun

Belum berkeluarga


Untuk pendaftaran (online), silahkan klik disini


JADWAL REKRUTMEN

Pendaftaran Online Tgl. 01 s/d 10 Oktober 2011

Pengumuman Test TOEFL Tgl. 11 s/d 14 Oktober 2011

Test TOEFL Tgl. 15 Oktober 2011

Pengumuman Psikotes Tgl. 19 s/d 21 Oktober 2011

Test Psikotes & Kompetensi Tgl. 22 Oktober 2011

Test Wawancara Tgl. 23 Oktober 2011

[Baca Selengkapnya...]


 

Entri Populer

Recent Comments

Blog Statistic

Return to top of page Copyright © 2007 | Old Nakula